KOMPUTERISASI AKSARA SUNDA:MENUJU PENGAKUAN DUNIA

Sumber: http://www.unpad.ac.id/info_detail.aspx?id=328


Komputerisasi Aksara Sunda yang digagas oleh Dian Tresna Nugraha masih terkendala oleh proses sosialisasi. Hal ini terungkap dalam acara obrolan santai bertajukKomputerisasi Aksara Sunda dalam Upaya Pengakuan Dunia” yang digelar Universitas Padjadjaran, Jumat (2/11).

Upaya penelusuran dan peluang komputerisasi aksara sunda ini telah dimulai sejak tahun 2004 di Jerman. Namun baru pada tahun 2006, setelah mendapat bantuan dan dukungan dari Michael Everson seorang ahli aksara dunia dari Irlandia, rancangan slot Unicode Aksara Sunda baru bisa dibuat. Di tahun ini pun Michael Everson membuat proposal ke Unicode Technical Commite (UTC) untuk mendapatkan pengakuan dan bisa dimasukkan kedalam bahasa komputer.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendapat pengakuan internasional, salah satunya adalah eksistensi huruf tersebut dalam masyarakat penggunanya, untuk itu dibutuhkan banyak dukungan serta sosialisasi masyarakat,” ujar Dian.

Dian memperkirakan untuk mendapatkan standarisasi aksara baru ke dalam Unicode hingga ISO, memerlukan waktu kurang lebih dua tahun, sehingga diharapkan pada 2008, Aksara Sunda sudah bisa dipakai untuk proses input data, pemprosesan serta informasi di komputer.

Pengakuan internasional soal keberadaan huruf Sunda tinggal satu langkah lagi. Hingga saat ini perjuangan pengakuan itu telah melalui proses peninjauan teknis, dukungan aksara serta penyusunan draft,” tambah Dian.

Acara yang dimoderatori langsung oleh Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia ini juga dihadiri sejumlah budayawan dan pemerhati Bahasa Sunda. Dalam obrolan itu terungkap adanya sekitar 700 naskah Sunda yang belum tergarap dan saat ini masih dalam proses penerjemahan. Untuk itu menurut rektor, dengan adanya teknologi ini diharapkan proses penerjemahan bisa langsung dilakukan di komputer.(afn)

Aksara Sunda Segera Dikomputerisasi

Setelah aksara Bugis dan Bali yang dikomputerisasi dan mendapat pengakuan dunia, maka tidak lama lagi, aksara Sunda pun akan segera dikomputerisasikan oleh Unicode, suatu lembaga yang mengonversikan simbol dan huruf-huruf dalam standar yang sama.

Dian Tresna Nugraha, seorang teknisi komputer yang merintis komputerisasi aksara Sunda tersebut sejak 2005 mengatakan, proposal pengajuan komputerisasi aksara Sunda ditulis oleh Michael Everson, seorang ahli sistem penulisan komputer sekaligus kontributor dan anggota konsorsium Unicode pada tahun 2006 setelah ia mengetahui bahwa berdasarkan bukti-bukti yang diajukan oleh Dian, aksara Sunda masih digunakan di kalangan masyarakat Sunda, meski terbatas.

Dian mengatakan, penulisan aksara Sunda yang akan distandarisasi, mengacu pada berbagai sumber, diantaranya buku Ngalagena, karya Idin Baidillah, Cucu Komara dan Deuis Fitri. Menurut Dian, Agustus 2007, aksara Sunda sudah memasuki tahap keenam stadarisasi dan 2008 menunggu publikasi resmi dari Unicode. Jika sudah distandarisasi, maka aksara tersebut bisa digunakan untuk mengalihkan multibahasa, yaitu Sunda Indonesia, Sunda Inggris dan sebaliknya.
(RoR)

Meraih Pengakuan Dunia Lewat Komputerisasi Aksara Sunda

BAGAIMANA jadinya jika aksara Sunda menjadi aksara (font) komputer yang bisa diakses oleh seluruh bangsa di dunia. Tentunya akan menjadi suatu kebanggaan tersendiri, bukan hanya bagi masyarakat Jawa Barat, tetapi bagi bangsa Indonesia. Menyusul aksara Bali dan aksara Bugis sudah lebih dulu menjadi askara komputer.

Dian Kresna Nugraha adalah salah satu orang yang mencoba mengangkat aksara Sunda menjadi aksara dunia melalui komputer. Pemuda asal Kab. Sumedang yang sedang menempuh S2 di Universitas Karlsurh Jerman ini, berkeinginan mengomputerisasi aksara Sunda agar bisa diakses atau digunakan oleh bangsa-bangsa di dunia.

Hal itu diungkapkan Dian dalam obrolan santai bertajukKomputerisasi Aksara Sunda dalam Upaya Pengakuan Duniadi Kampung Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Jumat (2/11) petang. Obrolan dimoderatori Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia serta dihadiri sejumlah budayawan, seperti Hidayat Suryalaga, Tedy Permadi, dan Idin Baidillah.

Menurutnya, usaha mengomputerisasi aksara Sunda sudah dilakukan sejak 2005 di Jerman. Waktu itu, dilakukan penelusuran dan peluang untuk mengomputerisasi aksara Sunda. Saya kemudian mencari informasi dengan sejumlah komunitas Sunda di luar negeri dan masyarakat Sunda di Indonesia,” ujarnya.

Dian pun kemudian mendapat dukungan dari seorang ahli aksara komputer dunia dari Irlandia, Michael Everson. Sebelumnya, Mihcael Everson telah membuat rancangan slot unicode untuk aksara Sunda pada 2006. Pada tahun yang sama Michael Erverson pun membuat proposal ke Unicode Technical Committee (UTC) untuk mendapat pengakuan dan agar bisa dimasukkan ke dalam bahasa komputer (IBM, Microsoft, HP, dan SAP).

Jika sudah masuk ke UTC dan disetujui, kemudian diserahkan ke ISO untuk mendapat persetujuan secara internasional,” tambah Dian.

Untuk mendapat standardisasi aksara baru ke dalam unicode hingga persetujuan level ISO, memakan waktu dua tahun. Maka diperkirakan pada 2008, aksara Sunda sudah masuk dalam bahasa komputer yang bisa diakses secara iternasional.

Tahun 2007, aksara Sunda memasuki tahap VI (standardisasi unicode) dan tinggal menunggu publikasi formal. Untuk publikasi ini dibutuhkan dukungan dan keterlibatan pemerintah daerah, terutama masalah pendanaan,” paparnya.

Menyikapi upaya yang telah dilakukan Dian, Kepala Balai Pengembangan Bahasa Daerah (BPBD) Dinas Pendidikan Jabar, Idin Baidilah menyatakan, siap memfasilitasi upaya komputerisasi aksara Sunda. Dukungan pun diberikan oleh DPRD Jabar dan para budayawan serta peneliti aksara Sunda.

Kami akan membuat tim percepatan komputerisasi aksara Sunda. Tim ini pun akan melakukan publikasi dan sosialisasi komputerisasi aksara Sunda begitu aksara Sunda ditetapkan menjadi bahasa di komputer unicode,” ujarnya. (kiki kurnia/”GM”)**



Your Comment