Archive for February, 2008

Salah Siapa ???????

Pagi buta .. rencana masuk Piket 1 Jam 7 pagi … saya lihat Bis Jemputan Karyawan 05.30 - 06.00 begitu banyak perempuan berpakaian rapi lengkap dengan atribut seragam masing2 perusahaan …. mau kemana mereka ?????? Yap bekerja keras banting tulang untuk kebutuhan hidupnya …. keluarganya atau mungkin untuk anak2nya ..

Kenapa mereka sampai sedemikian kerja nya pagi2 sekali meninggalkan rumah mereka entah disuruh oleh suaminya atau dilarang sama suaminya, ya itu alasannya karena terbentur ekonomi yang seharus nya SUAMI-nya atau AYAH2 mereka yang menafkahi mereka bukannya perempuan2 itu keluar rumah untuk mencari nafkah lahir. Seyogyanya Kaum laki2 yang harusnya “Fantashiru fill Ardh” (Bertebaran dimuka Bumi) . Yang harus nya bekerja mencari nafkah untuk Orang tuanya yang sudah uzdur dan Anak2 adalah Suami2 mereka … tapi kenapa justru sekarang terbalik. Atas nama Kesetaraan Gender wanita2 keluar rumah sehingga pintu2 syubhat masuk anak2 tidak terdidik dengan baik lepas kendali hanya diberi Uang Jajan tiap hari yang entah kemana uang2 tersebut … jadi dibeliin MOTOR akhirnya jadi GANK MOTOR ?? dijajanin Kaset akhirnya beli Kaset2 Lagu2 “UNDERGROUND” ?????

Ya itu salah satu politik terselubung yang entah oleh siapa didengung2kan, agar para wanita muslim masuk ruang kerja kantoran atau Pabrik2 .. untuk mencari nafkah atau mencari “UANG” sendiri berbaur dengan laki2 lain (ikhtilat) seperti yang sudah di publish sama saudara ku di blog nya, segera sadarlah wahai kaum lelaki … hehehehe .. segera nikahi perempuan2 itu atau kalau yang sudah MAMPU .. tambah istri2 mu :d …. nafkahi mereka … biayai hidup mereka agar mereka tidak keluar rumah hanya sekedar untuk mencari makan saja … tapi jadikan istri2mu dan ISTRIKU juga :) sebagai pendidik2 Anak2 kita generasi yang akan datang ….

Dirumah aja liat istriku ngurus 2 anak keliatan repooooot banget … belum cucian dll … nah skr kalo liat keluar ???? pagi2 udah berangkat anak2 sama siapa ??? suami yg mau berangkat kerja dilayani siapa ??? setelah berangkat dirumah anak2 bergaul sama siapa ??? diberi pendidikan apa ??? who knows …??? akhirnya anak2 nyari sendiri … di TV2 yang banyak syubhat .. di lingkungan yang banyak Preman ???

So … skr baiknya gimana ??? hehe ehehe ini nih yg kayak nya susah …. kayak 2 mata pedang …. SUAMI yang Istrinya kerja berani menerima tantangan ?? Suruh berhenti kerja istrinya biar dirumah aja ngurus anak dan pendidikan anak serta kalo anak2 sudah cukup besar bisa “nyambi” seperti yg di infokan mas Umair di Blog nya. Selanjutnya Suaminya bekerja yang keras … agar mendapat cukup penghasilan untuk membiayai kehidupan sehari2 yang saat ini semakin sulit. Selanjutnya Istri yang baik Nurut suami segala ucapan suami yang “Tidak Melakukan Maksiat Terhadap Allah” Maka WAJIB dituruti, dan selepas wanita ada aqad nikah didepan Wali nya … maka segala tanggung jawab ada pada suaminya dan bukan pada walinya lagi, dan sang istri wajib ngikut apa yang dikatakan suami. Trus .. Istriku dan istri2 suami orang … jadilah wanita yang bijak .. jangan banyak tuntutan sama “Maisyah” suami, “jangan besar pasak daripada tiang”.

Yukk … kita bangun negeri ini agar tidak terus porak poranda .. ya minimal dari kita untuk generasi masa datang .. yaitu anak2 kita ….. istri2 segera kembali kerumah … dan hancurkan politik dimana perempuan dijadikan “sapi perahan” dengan gaji kecil … laki2 jadi dirumah krn seluruh aktifitas kehidupan diluar rumah sudah bisa dihandle sama wanita .. Supir BusWAY, Pengacara, Dokter, atau apalagi yang saat ini saya lihat lagi marak adalah SPBU yang dulunya semua laki2 berganti wajah menjadi WANITA dengan “Kerudung” (Bukan Jilbab ya… ) superketat, melayani orang2 yang akan mengisi Bensin/ BBM Kendaraanya. Dulu mah .. ini kerjaan hanya Laki2 saja yang pegang skr sudah sama perempuan … ck..ck.ck… ini lebih susah lagi .. hadap2an sama Supir Angkot … sama supir Truk yang “mungkin Genit” (ndak menuduh semua supir gitu loh … heheheheh… ) tp dasar atau fitrah laki2 yaaaa.. kalo seperti itu gimana lagi yaaa ???

Masalah DNS

Beberapa hari lalu ane dipusingkan sama DNS salah satu instansi weks…

DNS nya yg master selalu aja gak mau resolve alias selalu tewas2 aja udah beberapa jam/ menit, kalo direstart BIND 9 nya baru oyeh lagi …. akhirnya sama temenku dioprek2. Alhamdulillah sih akhirnya oke juga tuh DNS .. yang aneh itu DNS Server sama persis dengan Distro yang dipake dengan BIND 3.x tapi koq ditempatku anteng2 aja tuh … udah lebih dari 2 tahun dipake gak ada masalah2. Informasi nya tuh Server DNS baru di install, apa karena salah configure atau apa ??

Informasi terakhir named.conf nya diedit2 dan dikembalikan kesettingan bawaanya :). AKhirnya mayan sih bisa up hehehehe

Tuning Web Servers

Diambil dari salah satu ebooks (File CHM) saya tambah disini biar nggak lupa

Many of the approaches to tuning other servers given in other chapters are appropriate for web servers as well. For example, increasing the size of the send and receive socket buffers via sysctl or setsockopt, as described in Chapter 12, “Network Tuning,” is useful. Similarly, increasing the size of the accept queue helps prevent requests from being dropped by the operating system before the web server even sees them. In this section, we focus on tuning that is done for web servers in particular. This is in addition to tuning that is done on the operating system.

Tuning for All Web Servers

These changes are useful for all web servers, regardless of the architectural model.

The following parameter increases the number of TCP SYN packets that the server can queue before SYNs are dropped:

echo 30000 > /proc/sys/net/ipv4/tcp_max_syn_backlog

Web servers typically have a large number of TCP connections in the TIME-WAIT state. The following parameter increases the number connections that are allowed in that state:

echo 2000000 > /proc/sys/net/ipv4/tcp_max_tw_buckets

The following parameter sets the length for the number of packets that can be queued in the network core (below the IP layer). This allows more memory to be used for incoming packets, which would otherwise be dropped.

echo 50000 > /proc/sys/net/core/netdev_max_backlog

Apache

Apache’s main configuration file is httpd.conf. Several parameters can be modified in that file to improve performance:

The following parameter sets the upper bound on the number of processes that Apache can have running concurrently:

MaxClients 150

Larger values allow larger numbers of clients to be served simultaneously. Very large values may require Apache to be recompiled. This change should be used with care, because large numbers of processes can cause excessive overhead.

The following parameter indicates the number of requests that a single Apache process will perform on a connection for a client before it closes the connection:

MaxKeepAliveRequests 100

Opening and closing connections consumes CPU cycles, so it is better for the server to provide as many responses on a single connection as possible. Therefore, larger numbers are better. In fact, setting this value to 0 indicates that the server should never close the connection if possible.

The following parameter determines the number of requests an individual Apache process will serve before it dies (and is reforked). 0 implies that the number is unlimited, but on some systems with memory leaks in the operating system, setting this to a nonzero value keeps the memory leak under control.

MaxRequestsPerChild 0

The following parameters determine the minimum and maximum number of idle processes that Apache keeps in anticipation of new requests coming in:

MinSpareServers 5

MaxSpareServers 10

The idea is that it is cheaper to keep a live process idle than to fork a new process in response to a new request arrival. For highly loaded sites, you might want to increase these values.

Flash and Other Event-Driven Servers

A common problem event-driven servers have is that they use a large number of file descriptors and thus can run out of these descriptors if the maximum is not increased.

The following is an sh (shell) command that increases the number of open files a process may have:

ulimit -n 16384

The process (in this case, the web server) must also be modified to take advantage of large numbers of descriptors:

#include <bits/types.h>

#undef  __FD_SETSIZE

#define __FD_SETSIZE 16384

The default FD_SETSIZE on Linux 2.4 is only 1024.

Tux

The following parameter determines the number of active simultaneous connections:

echo 20000 > /proc/sys/net/tux/max_connect

The following parameter sets the maximum number of connections waiting in Tux’s accept queue:

echo 8192 > /proc/sys/net/tux/max_backlog

The following parameter disables logging of requests to disk:

echo 0 > /proc/sys/net/tux/logging

Performance Tools for Evaluating Web Servers

Many tools are available for evaluating the performance of web servers, also known as workload generators. These are programs that run on client machines, emulating a client’s behavior, constructing HTTP requests, and sending them to the server. The workload generator can typically vary the volume of requests it generates, called load, and measures how the server behaves in response to that load. Performance metrics include items such as request latency (how long it took an individual response to come back from the server) and throughput (how many responses a server can generate per second).

Perhaps the most commonly used tool is SPECWeb99. This tool is distributed by the Standard Performance Evaluation Corporation (SPEC) nonprofit organization, whose web site is www.spec.org. This tool is probably the most-cited benchmark, and it is used for marketing purposes by server vendors such as IBM, Sun, and Microsoft. Unfortunately, the tool costs money, although it is available freely to member institutions such as IBM. The benchmark is intended to capture the main performance characteristics that have been observed in web servers, such as the size distribution and popularity of files requested. The tool is considered a macro-benchmark in that it is meant to measure whole system performance.

Another tool frequently used is httperf from HP Labs, which is available freely under an open-source license. This tool is highly configurable, allowing you to stress isolated components of a web serverfor example, how well a server handles many idle connections. Thus, it is used more as a microbenchmark.

Many other tools exist for evaluating web server performance, including SURGE, WebBench, and WaspClient. However, describing them all is outside the scope of this chapter. Nevertheless, many options are available for stressing, testing, and measuring servers, and many of these are freely available.

Also useful to web site operators are log analysis tools. These tools look through the logs generated by the server and report information such as how many visits a site received over a period of time and where the visitors came from. Performance can be optimized when the operator understands how visitors are using a site. Logs are typically kept in a standard format called the Apache Common Log format. Many commercial tools are available; however, two freely available open-source tools are analog and webalizer.

Instalasi Dynamips di Windows XP berskin Mac OS X :)

Untuk yang mau belajar seperti saya dan posisi kantong cekak serta tidak ada saudara, teman atau orang lain yang bisa memberikan bantuan untuk belajar Cisco, saya akan mencoba install Dynamips di Lenovo Y-400 dengan memory 1Gb (DDR2) saya untuk membuat emulator seolah2 kita mempunyai Cisco beneran …

 

Sebaiknya IOS nya kita cari di situs “remang-remang” hehehe maklum sebenernya IOS Image Cisco ini hanya boleh didapat oleh orang yang menjual Cisco (Cisco Partner) atau orang/ perusahaan yg memang mempunyai perangkat Cisco.

 

Untuk IOS ini silakan saja gugel sendiri yaa untuk mencarinya he..he.. saya sendiri nemu di rapidshare dan via emule hehehehe.

 

Oke sekarang kita download file2 yang diperlukan yaitu

 

  1. Dynamips (http://optusnet.dl.sourceforge.net/sourceforge/dyna-gen/dynagen-0.10.1_dynamips-0.8.0-RC1_Win_XP_setup.exe)

  2. Dynagen (http://www.dynagen.org)

 

Lakukan Instalasi kedua file tersebut.

 

Jika sudah di install, coba jalankan file dynamips-start yang ada di C:\\program files\dynamips , selanjutnya saya copy kan file c7200-adventerprisek9-mz.124-11.T.bin ke directory images pada folder diatas

 

 

Nah saat kita bisa buka salah satu file yang ada directory simple lalu arahkan IOS image nya ke (buka dengan wordpad)

 

image = \Program Files\Dynamips\images\c7200-adventerprisek9-mz.124-11.T.bin

(sesuaikan nama file image anda)

 

Jika sudah doble klik aja tuh nama file itu harusnya sih sudah jalan kayak yg saya pake nih, Thanks to mas hafidz nih atas info di blog nya

Dynamips 1

Dynamips 2

 

Percakapan dengan Pemulung Sampah “Ganesha”

Ternyata orang2 yang pinter2 dan memang mengerti akan lingkungan hidup di Internet sudah cukup banyak berbicara … akankah tetap “Keukeuh Peuteukeuh ???” wait and seee saja ……

http://www.opensubscriber.com/message/media-jabar@yahoogroups.com/8503560.html

*”Dalam satu hari biasanya sekitar enam *box* sampah yang saya bakar.,”*

* *

Sebutlah namanya Asep (35) ––bukan nama sebenarnya– salah seorang petugas di
tempat pengelolaan sampah ITB. Ditemani dengan kucuran keringat yang keluar
dari dahinya, saat itu laki-laki berkumis tipis ini tampak sibuk memasukkan
sampah-sampah plastik menuju satu lubang persegi dengan kobaran api di
dalamnya.

Suatu mesin penghancur dari besi yang tampak kokoh dengan tiang menjulang,
tapi memutahkan asap tebal berwarna. Kokoh memang, tapi menyisakan banyak
kekhawatiran kelak. Saat itu Asep sedang menjalankan kewajibannya,
menghancurkan sampah-sampah plastik dengan insinerator.

Enam *box* sampah biasa Asep bakar dalam sehari. Sampah yang hanya diambil
dari area kampus ITB saja. “Beberapa juga dari kompleks perumahan dosen ITB”
ucap Asep seraya duduk sejenak untuk beristirahat.

Tak jauh dari tempat Asep, terlihat tumpukkan sampah-sampah plastik lainnya
dengan warna-warnanya yang menarik. Sampah ini bercampur dengan puluhan
botol plastik, kaleng minuman bahkan turut serta *stryofoam* dengan warna
putihnya yang khas. Mereka seperti menunggu giliran untuk dimusnahkan
––lebih tepatnya dirubah ke dalam wujud yang baru– oleh si insinerator.

Di luar, tampak gundukan sampah organik yang membentuk bukit-bukit kecil tak
beraturan. “Lihat, saya tinggalkan sehari saja plastik sudah tercampur
kembali. *Capek* kan kalau harus memisahkan kembali” ucap Asep sedikit
menggerutu. Menurutnya sampah itu sengaja dibiarkan menumpuk karena kelak
akan dijadikan kompos. Nantinya kompos akan dijual dengan label “Kompos
Ganesha” yang tercetak di atas kantung plastik berukuran satu kilo.

Lalu, kemanakah abu dari hasil pembakaran. Kata Asep, abu-abu itu akan
dikeluarkan lewat pintu belakang incinerator. Lalu ditimbun pada sebuah bak
persegi yang terletak pada ruangan terbuka di belakang ruang pembakaran.
Limbah ini kemudian akan ditumpuk dan digeser, dan entah akan dikemanakan
lagi setelah tak ada lagi ruang tersisa.

Selama proses penimbunan, pastinya beberapa partikel abu akan terbawa angin.
Menurut penelitian, abu terbang *(fly ash)* dari insinerator sangat mudah
dihempas angin. Abu-abu ini akan bertebaran ke segala arah: vertikal,
horizontal, dan horizontal frontal. Diamana kepulannya sarat uap logam
berat, dioksin, furan dan jelaganya kaya asam klorida dan fluorida.

Abu ini gampang masuk ke sistem pernapasan sehingga empat puluh persen yang
berukuran satu sampai dua mikron tertahan di bronkioli dan alveoli. Yang
ukurannya 0,25-1 mikron mudah keluar-masuk lewat udara pernapasan tetapi
yang kurang dari 0,25 mikron melekat dan membahayakan paru-paru.

Nah, tak jauh dari tempat pembakaran sampah ini terdapat sebuah kawasan
pemukiman. Tepatnya disepanjang sungai Cikapundung, kurang lebih tiga puluh
lima meter dari tempat pembakaran sampah. Di sini, puluhan rumah saling
bertumpuk tak beraturan ––karakter dari rumah yang dibangun di sepanjang
sungai– dengan jendela-jendela kaca yang selalu terbuka seharian.

Sesekali terlihat senyuman dari si empunya rumah dengan kepala yang sedikit
menegok keluar. Pun, saat itu terlihat anak-anak yang bermain tak jauh dari
ruang pembakaran sampah. Karena memang, sepertinya hanya itulah lahan
tersisa yang cukup luas untuk dijadikan arena bermain. Setelah semua tanah
dan rumput tergantikan dengan beton dan aspal.

Maka, abu pun jadi menu santapan sehari-hari selain beras murah serta lauk
pauk seadanya. Sungguh malang nasib mereka. Belum diberi kesempatan untuk
mendapatkan asupan gizi yang baik, eh.. malah dipaksa harus menghisap
ganasnya dioksin sebagai investasi dalam penurunan IQ mereka.

Dalam jangka panjang, anak-anak ini tidak lagi ‘bermain’ di lapang ini.
Mereka akan dipaksa mengungsi ke tempat yang mahal dan pantang untung
dikunjungi, rumah sakit. Atau tidak ada lagi senyum manis di pagi hari
dibalik jendela-jendela rumah. Senyuman itu akan berubah jadi isak tangis
karena menahan rasa sakit ketika kanker paru-paru tumbuh pada tubuh yang
malang.

Enam *box* dalam sehari. Sampah yang dihasilkan oleh hanya penduduk ITB
saja. Coba bayangkan berapa banyak jumlah sampah yang dihasilkan oleh
masyarakat Bandung dalam sehari?? Tentunya akan menghasilkan deretan angka
yang fantastis tapi mengerikan. Dan bayangkan pula jika proyek PLTSA
Gedebage jadi dibangun. Terbayang tumpukkan kekhawatiran dan bencana bagi
manusia serta makhluk hidup lainnya ketika asap dan abu yang dihasilkannya
secara perlahan menelusuri saluran pernapasan, yang masuk tanpa kita
sadari..,

Teman saya berkata “Bagaimana mereka mau mengelola yang lebih besar, yang
kecil aja tidak terkelola secara benar” akhirnya ucapan itu jadi epilog
kunjungan saya ke Tempat Pengolahan Sampah ITB Minggu, (27/1) kemarin.

Salam pencerahan,

*Ery *
menentang dengan sangat
pembangunan PLTSA di Gedebage!

Instalasi Dynamips di VNUML

Instalasi VNUML ku dengan DVD yang bisa diunduh disini (lokal link), jika sudah installnya bisa dibuat remote desktop nya bisa dilihat di sini, so .. untuk coba2 simulasi banyak network usahakan aja yaaa memorynya cukup gede ini di PC “oprekan” yang pake Celeron 2Ghz sama memory 1gb lumayan megap… megap … :d

Download and install dynamips (CISCO emulator) from http://www.ipflow.utc.fr/blog/. For example, for x86 platfoms:

 wget http://www.ipflow.utc.fr/dynamips/dynamips-0.2.7-RC3-x86.bin
 chmod +x dynamips-0.2.7-RC3-x86.bin
 mv dynamips-0.2.7-RC3-x86.bin /usr/local/bin
 ln -s /usr/local/bin/dynamips-0.2.7-RC3-x86.bin /usr/local/bin/dynamips

Download and install dynagen (the network configuration generator for Dynamips) from http://dynagen.org/. For example:

 wget http://jaist.dl.sourceforge.net/sourceforge/dyna-gen/dynagen-0.9.2.tar.gz
 tar xfvz dynagen-0.9.2.tar.gz
 mv dynagen-0.9.2 /usr/local/
 ln -s /usr/local/dynagen-0.9.2/dynagen /usr/local/bin/

Get a cisco iso image for a router supported by dynamips and copy it to a directory, for example, to vnuml filesystems directory:

 cd /usr/share/vnuml/filesystems
 wget ..../c3640-ik9o3s-mz.124-13a.bin

Unzip the image to accelerate start up:

 unzip -p c3640-ik9o3s-mz.124-13a.bin > c3640-ik9o3s-mz.124-13a.image

And create a simple link for the cisco image:

 ln -s c3640-ik9o3s-mz.124-13a.image c3640

[edit] Testing Dynamips/dynagen installation

Start dynamips daemon:

dynamips -H 7200&

Create a simple escenario, for example, copy the following on to a file named test.net:

[localhost]

    [[3640]]
        image = /usr/share/vnuml/filesystems/c3640
        ram = 96

    [[ROUTER R1]]
        model = 3640

Start the scenario with:

 dynagen simple1.net

Open the router console and wait till the router has started completely:

 console R1

Once started, you have to calculate the best Idle-PC values for your computer, to avoid dynamips consuming all the CPU (if you have a look at your CPU, you will probably see it is 100% occupied).

To estimate the optimum idle pc value for your case, execute:

 idlepc get R1

and choose one of the values marked with an “*”. If you see that the CPU usage is not reduced considerably, then execute:

 idlepc show R1

and chose the next value marked with “*”.

Repeat the procedure till you find a good value. Then save it with:

 idlepc save R1

The value is copied to the “test.net” file (a line similar to “idlepc = 0×605d32a4″). Remember to add that line to all your routers in your scenarios.

Penjelasan Ttg CCNA

Didapat dari Forum Kaskus :), mudah-mudahan manfaat deh ..

Quote:

Originally Posted by derevko View Post

buat semua… gw skrg baru mau ambil kursusnya…
menurut loe org, untuk CCNA bisa ga dipelajarin snediri??dari cd2 n modul2nya gitu doank… skrg kalo ga salah pake version 4 ya?? kalo misalnya masih version 3 bedanya jauh ga dengan version 4?
thx

Bisa aja asal belajarnya konstan+bener nggak cuman ngejer lulus aja. Harus ngerti konsepnya, bukan cuma tau cara jawab pertanyaan. Memang sih sebaiknya ikut CNAP CCNA, tapi kalo nggak punya duit ya ambil yang versi 3 atau belajar sendiri pake modul2 CNAP, liat halaman 1 kalo mau download.

Ane jelasin dikit ya bos tentang CNAP CCNA. Cisco Systems punya yang namanya Cisco Networking Academy Program (CNAP), salah satunya untuk CCNA bisa diliat di:

Code:

http://cisco.netacad.net

CNAP untuk CCNA ada versi 3 dan versi 4. Versi 3 (4 Semester) bisa diliat di:

Code:

http://www.cisco.com/web/learning/netacad/course_catalog/CCNA.html

Untuk versi 4 bisa diliat di:

Code:

http://www.cisco.com/web/learning/netacad/course_catalog/newCCNA.html

Karir networking itu menurut kurikulum academy Cisco terbagi 3 level:
1. Network Installation, Basic IT Support, System Admin
2. Small and Medium Business Networking
3. Enterprise Networking

CNAP CCNA versi 3 sendiri ada di tengah2, dia kurikulumnya untuk Small and Medium Business Networking.
Untuk dasar2nya seperti Network Installation, Basic IT Support, System Admin itu nggak masuk ke kurikulum CCNA versi 3, adanya di IT Fundamentals:
IT Essentials 1

Code:

http://www.cisco.com/web/learning/netacad/course_catalog/IT1.html

IT Essentials 2

Code:

http://www.cisco.com/web/learning/netacad/course_catalog/IT2.html

Panduit Network Infrastructure Essentials

Code:

http://www.cisco.com/web/learning/netacad/course_catalog/Cable.html

Untuk Enterprise Networking sendiri adanya di CNAP CCNP

Code:

http://www.cisco.com/web/learning/netacad/course_catalog/CCNP.html

Nah, CCNA versi 4

Code:

http://www.cisco.com/web/learning/netacad/course_catalog/newCCNA.html

ini dirilis pertengahan 2007 lalu terbagi 2 macam CCNA Discovery (4 Semester) dan CCNA Exploration (4 Semester).

Untuk CCNA Discovery levelnya adanya di antara:
1. Network Installation, Basic IT Support, System Admin
dan
2. Small and Medium Business Networking

Untuk CCNA Exploration levelnya adanya di antara:
2. Small and Medium Business Networking
dan
3. Enterprise Networking

Menurut analisa Cisco, CNAP CCNA versi 3 ini terlalu laku, kalo IT Essentials terlalu gampang jadi nggak laku, kalo CCNP terlalu susah.
Oleh karena itu Cisco buat 2 macam brand Discovery+Exploration yang cakupan materinya lebih luas antara sedikit ke arah IT Essentials atau Enterprise Networking bukan hanya main di Small and Medium Business Networking.
CCNA Discovery itu sebenernya untuk orang2 yang merasa materi CCNA versi 3 terlalu susah jadi dia mainnya di IT Essentials sama Small and Medium Business Networking.
Kalo CCNA Exploration dia mainnya di Small and Medium Business Networking sama Enterprise Networking.
Jadi kalo Exploration lebih advanced, technical, sedikit ada materi CCNP.
Kalo Discovery nggak begitu technical, ada dasar2nya karena dia ada materi IT Essentials.

Jadi perbedaan CCNA 3 dengan 4 tergantung dengan Discovery atau Exploration.
Kalo Discovery ada materi yang dihilangkan sedikit, penambahan materi IT Essentials.
Kalo Exploration ada materi dasar yang dihilangkan sedikit, penambahan materi level CCNP.
Mudah2an jelas ya om.
Teman2 lain tolong dikoreksi ya kalau ada yang salah.
CMIIW

VNUML Linux

Hari ini saya mau coba install ulang lagi pelajaran yang cukup lama tertunda he..he.. nggak tau terlalu sibuk, menyibukan diri atawa biasa disebut orang sunda mah “rariweuh” jadi intinya sibuk yg gak karuan hehehe…. ya maklum .. sama kerjaan .. rotasi shift dan juga ngurus Anak dan Ummi nya =))

VNUML ini udah saya temukan sejak kisaran Oktober 2007 lalu kalo gak salah nemu thread di milis tentang emulator alias simulasi 1 PC dengan banyak OS atau Distro (UML) eeh akhirnya nemu VNUML ini yang dibuat berbasis Ubuntu Feisty Fawn saat ini VNUML hadir di versi 2.1 (versi DVD) situs Officialnya ada di http://www.dit.upm.es/vnuml

Inti dari VNUML ini adalah dia bisa mensimulasikan Networking seolah2 menjadi banyak router dengan basis Debian dan Quagga eh.. canggihnya dia udah di tanamkan (harus di edit2 sih ..) yaitu Dynamips dan Dynagen nya juga jadi bisa seolah2 menjalankan banyak banget emulator Cisco jika Hardware kita terbatas dalam urusan Perangkat yg untuk urusan seperti kita yang sebagai “Kuli” cukup mahal harga perangkat Cisco nya sendiri dan juga kursusnya lumayan.

February 2008
M T W T F S S
« Dec   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
Pengunjung
Pengunjung Hari ini: 23