Archive for April, 2008
Wanita dan Pengharum Ruangan
Beda … ??? atau Sama ????
Kalo secara bentuk “BEDA” tapi secara lahiriah saat ini bisa dibilang SAMA … karena jika kita amati … sehari-hari .. pernah berangkat kerja pagi-pagi (masuk 1st Shift jam 7.00) para “Opisboy” masang Pengharum Ruangan didalam Lift biasanya sih berasa Jeruk dan lain-lain … sama … sejauh kisaran 2 - 3 meter sebelum masuk Lift (asal pintu lift terbuka) maka Pengharum Ruangan (dalam Lift) akan tercium kisaran 2 - 3 meter juga ….
Nah ….. Pernah 1 Lift … (dengan entah Sudah menikah atau belum) yang Pasti …. aroma “Farfum” yang digunakan sejauh 2 -3 meter masih tetap Tercium … jadi … apakah Wanita dan Pengharum Ruangan Berjalan sama ???? Wallahu’alam he..he.. padahal 14 abad yang lalu Rasulallah Shalallahu’alaihi wasallam sudah memperingatkan mengenai Fitnah Wanita tatkala keluar rumah … artikel2 mengenai Wanita tatkala keluar rumah pun sudah cukup banyak di INternet salah satunya surat ini semoga menjadi pembelajaran bagi para wanita.
Kadang sering lupa Wanita “bersolek” habis2an tatkala keluar rumah … tapi sewaktu dirumah dihadapan Suami, Ayah mereka cuek2 saja ….
Berbatik Ria
Pemandangan yang cukup baru di Kantor ku heh… he… udah sekitaran 1-2 bulan ini Ged Graha Bumi Putera di Jl. Asia Afrika sering terlihat pemandangan yang cukup memukau
yap tiap hari Jum’at terlihat Bapak-bapak menggunakan pakaian yang cukup rapi …. berbatik ria (kayak jaman SMK dulu tiap hari Jum;at pake batik trus senam aerobik hiks… pake musik …)
Tujuan utama nya ya .. untuk sholat jum;at agar rapi jadi nggak perlu pakaian rapi …. Ada yang salah dengan batik ??? ? ooh nggak sih itu setidaknya cermin pakaian tradisional Indonesia yang sudah mulai pudar dan sudah di AKUISISI sama Negeri JIRAN :).
Eh .. trus apanya dong nulis disini ???? Ya … yg jadi aneh koq.. cuman hari Jum’at aja … apakaih hari2 selain Jum;at tidak perlu rapi ??? kalo saya bilang PERLU … trus selain rapi syarat utama buat sholat yaaa sesuai Syari’at bukan hanya rapi …
Kalo yang sempet saya baca di Bukunya Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly salah satu murid Utama Ulama Abad ini yaitu Syaikh Al-albany rahimahullah … syarat2 berpakaian seorang muslim (Laki2 ketika Sholat dan diluar sholat) yaitu :
1. Menutup Aurat
Syarat ini kadang sering dilupakan oleh sebagian saudara2 saya … dan memang ini perlu pembelajaran … yaitu tidak menampakan aurat .. sangkaannya hanya menutup aurat itu hanya wajib bagi wanita saja … padahal laki-lakipun wajib yaitu dari lutut sampai pusar. Dan selain itu tidak membentuk lekuk tubuh…. nah ini yang sering lupa
laki-laki seenaknya pake celana Pantolan (contoh jeans, atau pakaian ketat lainnya) sehingga sering membentuk lekuk tubuh … trus kemudian pake kaos T-Shirt yang nanggung alias ketat juga jadi tatkala Ruku’ bagian dalam badan sering keliatan (Pusar) .
Padahal ini sedang menghadap Sang Khaliq … pake pakaian yang serba minim … hiks… coba bayangkan buat para Lelaki … sempat waktu saya di wawancara sama sebuah Perusahaan … rata2 yang datang di wawancara itu pakaiannya “Super” rapi, mulai dari pakaian kemeja tangan panjang, pake celana katun biasanya warna hitam … nah apa cuman menghadap sesama Manusia saja bisa seperti itu apalagi rutin tiap hari itu minimal 5 kali … menghadap sang Khaliq.
2. Tidak Isbal
Nah ini juga ada yang beranggapan bahwa tidak Isbal itu hanya sewaktu sholat aja … apa susah nya sih selain untuk sholat kita tidak Isbal … selamanya, lengkap nya bisa baca di sini . Jadi gimana doooong ????
3. Ngikut Sunnah
Nah ini yang lebih penting syarat diterimanya Ibadah adalah Ikhlas dan Ittiba’ (Mengikut cara Nabi Shalallahu’alaihi wasallam) nah ini yang juga dilupakan oleh Ummat jaman ini …
Sebagai tambahan referensi sebaiknya jika yang belum punya buku bisa baca buku yang cukup bagus yaitu : Tata Cara Sholat Sesuai Sunnah Nabi, Karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albany rahimahullah kemudian dilengkapi dengan Koreksi Total Ritual Sholat karya Syaikh Salim bin Ied al-hilaly sebagai murid dari Syaikh Albany, kedua buku tersebut sudah diterjemahkan dan bisa dicari di toko buku Online atau juga bisa buka Sholat kita.
Nuhun ….. sekian permios ….
Yang Benar hanyalah dari Allah … jika tulisan ini ada salah-salah kata mohon maaf pan ini mah curat coret jadi sajak he..he..
– 19 Mei 2008 — Alhamdulillah nemu URL lain sebagai pelengkap
http://perpustakaan-islam.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=185&PHPSESSID=3e51d0ff38c1d050691b78693c62e65c
Masalah Baru di serie V3000
Kemaren “temenku” nawarin Laptop 2nd baru dipake 3 bulanan Compaq Serie V3000 (belum Jelas Versi berapa) cuman didalemnya ditanem Windows Vista yang 100% saya ndak terlalu butuh sama Vista
pake Windows XP SP2 aja udah cukup memadai koq, karena sayang tuh Laptop Spek nya cukup Tinggi. Core 2 Duo 1,5Ghz DDR2 1Gb hardisk SATA 120GB sama udah ada DVD RW.
Tapi sayang 1000 kali sayang
pas dicoba masukkin CD Installer XP SP2 blassssssssss….. Hardisk 100% ndak kedetect … sebenernya masalah ini dah tau sewaktu jamannya kerja di BEC dulu .. sama mirip install Hardisk SCSI di Server … yaitu perlu driver tertentu agar hardisk nya terdeteksi. Tapi wow…. mentok nih … laptop nya ndak ada bawaan nya Floppy External hiks… :(( … akhirnya googling dulu .. dan ternyata kasus ini banyak yang ngalami dan ada yang sudah berhasil
Coba baca-baca dulu aaaah …. ini url yang didapet dari hasil googling .. ntar hasilnya dikasih tau deh …
http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&hs=een&sa=X&oi=spell&resnum=0&ct=result&cd=1&q=problem+XP+installation+on+V3500+1,5+Ghz+Core+2+Duo&spell=1
http://pramestyani.wordpress.com/2007/12/28/instalasi-xp-di-hp-compaq-v3660/
http://voiceofchinese.com/blog/huang/hp-compaq-presario-v3643tu-windows-xp-drivers
http://tiptrik.dhaksa.web.id/20/11/2007/membuat-cd-os-sata-menggunakan-nlite/
Cita-cita dan keinginan :)
Liat2 web dibwah ini jadi kepengen juga
… kapan yaaa
mikir Mode = ON
B.A.T.M.A.N. O V E R V I E W
The problem with classical routing protocols is that they are typically not well suited for wireless ad-hoc networks. This is because such networks are unstructured, dynamically change their topology, and are based on an inherently unreliable medium.
OLSR, the currently most employed protocol for such scenarios, has undergone a number of changes from its original specification in order to deal with the challenges imposed by city-wide wireless mesh networks. While some of its components proved to be unsuitable in practice (like MPR and Hysterese) new mechanisms have been added (like Fish-eye and ETX). However, due to the constant growth of existing community mesh networks and because of the inherent requirement of a link-state algorithm to recalculate the whole topology-graph (a particularly challenging task for the limited capabilities of embedded router HW), the limits of this algorithm have become a challenge. Recalculating the whole topology graph once in an actual mesh with 450 nodes takes several seconds on a small embedded CPU.
The approach of the B.A.T.M.A.N algorithm is to divide the knowledge about the best end-to-end paths between nodes in the mesh to all participating nodes. Each node perceives and maintains only the information about the best next hop towards all other nodes. Thereby the need for a global knowledge about local topology changes becomes unnecessary. Additionally, an event-based but timelessfootnote{timeless in the sense that B.A.T.M.A.N never schedules nor timeouts topology information for optimising it’s routing decisions} flooding mechanism prevents the accruement of contradicting topology information (the usual reason for the existence of routing loops) and limits the amount of topology messages flooding the mesh (thus avoiding overly overhead of control-traffic). The algorithm is designed to deal with networks that are based on unreliable links.
The protocol algorithm of B.A.T.M.A.N can be described (simplified) as follows. Each node transmits broadcast messages (we call them originator messages or OGMs?) to inform the neighboring nodes about it’s existence. These neighbors are re-broadcasting the OGMs? according to specific rules to inform their neighbors about the existence of the original initiator of this message and so on and so forth. Thus the network is flooded with originator messages. OGMs? are small, the typical raw packet size is 52 byte including IP and UDP overhead. OGMs? contain at least the address of the originator, the address of the node transmitting the packet, a TTL and a sequence number.
OGMs? that follow a path where the quality of wireless links is poor or saturated will suffer from packetloss or delay on their way through the mesh. Therefore OGMs? that travel on good routes will propagate faster and more reliable.
In order to tell if a OGM has been received once or more than once it contains a sequence number, given by the originator of the OGM. Each node re-broadcasts each received OGM at most once and only those received from the neighbor which has been identified as the currently best next hop (best ranking neighbor) towards the original initiator of the OGM.
This way the OGMs? are flooded selectively through the mesh and inform the receiving nodes about other node’s existence. A node X will learn about the existence of a node Y in the distance by receiving it’s OGMs?, when OGMs? of node Y are rebroadcasted by it’s single hop neighbors. If node X has more than one neighbor, it can tell by the number of originator messages it receives quicker and more reliable via one of its single hop neighbors, which neighbor it has to choose to send data to the distant node.
The algorithm then selects this neighbor as the currently best next hop to the originator of the message and configures its routing table respectively.
Kehancuran Ummat dan Kiloan
Diambil dari Mailinglist yang super aktif
yang hasil dari copy paste juga :d tp bisa dijadikan bahan renungan …..
—–
Ibu Rusti (nama samaran) menggerutu sambil ngomel-ngomel karena gasnya Cuma sepertiga isinya. Ia baru saja beli gas LPG (liquid petrolium gas) ukuran 12 kg. padahal tiga tahun lalu, gas biasanya isinya setengah atau lebih, walaupun memang tidak pernah penuh.
Haryono (nama samaran) mengumpat-umpat dalam mobilnya karena buah yang ia beli diyakininya tidak sampai 1 kg, padahal ia beli 1 kg. Bahkan ia melihat adalah tulisan yang terpampang “1 kg = 10 ons” di tempat jualan lain ia melihat “1 kg = 8 ons”.
Sudra (nama samaran) juga bertengkar dengan pedagang di sebuah pasar induk di
Ini semua adalah gambaran kehidupan masyarakat kita dalam bermuamalah, transaksi ekonomi, dan jual-beli, baik yang dilakukan oleh perusahaan “plat merah” maupun oleh masyarakat. Kecurangan dalam bisnis ada di mana-mana, dari bisnis kelas atas hingga bisnis masyarakat kere rakyat jelata.
Tafakkur
Lestarinya sebuah peradaban atau kehancurannya adalah diantaranya dalam urusan timbangan. Di zaman sekarang timbangan biasanya distandarkan dengan kilogram. Timbangan inilah yang digunakan manusia untuk bertransaksi secara ekonomi, jual-beli, muamalah, perniagaan, dan istilah-istilah lainnya.
Ini pulalah yang menunjukkan agungnya sebuah akhlaq, yaitu keshalihan sosial. Manusia dituntut untuk berlaku adil, tidak curang, jujur kepada sesame. Jika ini dilanggar, maka kehancuran –tidak hanya sebuah generasi– bahkan kehancuran sebuah ummat adalah sebagai agunannya.
Allah ta’alaa berfirman:
Binasalah al-muthaffifiin; yaitu orang-orang yang jika meminta takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi; dan jika menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka menguranginya. Q.S. Al-Muthaffifin: 1 – 3.
Lihatlah, bagaimana Allah ta’alaa mengancam manusia dengan kebinasaan, kehancuran jika berlaku curang dalam jual-beli, timbang-menimbang barang.
Tentang hal ini, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda kepada para pedagang:
“Sesungguhnya kalian adalah pihak yang diberi amanah untuk mengurus perdagangan, namun ingatlah sebab ummat-ummat terdahulu dibinasakan oleh Allah karena mereka curang dalam masalah timbangan dan takaran.” HR. Tirmidzi, shahih.
Kaum Madyan Binasa Karena Kiloan
Adalah penduduk wilayah Madyan, mereka disebut Ashabul Aikah, dalam Al-Qur’an. Sebuah wilayah di ujung Syam dan berbatasan dengan
Solusinya?
Di dunia ini, manusia dituntut untuk berlaku adil kepada tiga pihak, pertama adil kepada Allah, kedua adil kepada sesama manusia, dan ketiga adil kepada alam semesta.
Untuk yang pertama adalah dengan menyembah-Nya semata, tidak musyrik, tunduk dan patuh kepada semua perintah-Nya dan mengindahkan semua larangan-Nya. Inilah yang disebut oleh para ulama sebagai tauhid.
Untuk yang kedua adalah dengan santun kepada sesama, baik kepada tetangga, dermawan, jujur, tidak dengki, tidak curang, dan tidak melakukan berbagai perilaku kedzaliman kepada sesama manusia. Ini adalah apa yang disebut oleh para ulama sebagai muamalah.
Dan yang ketiga adalah adil kepada alam semesta. Artinya, manusia dituntut untuk menjaga kelestarian alam, menjaga keseimbangan system alam, menjaga lautan, manjaga daratan, hutan, sungai, gunung, dan langit serta seluruh alam semesta. Walaupun pada saat yang sama manusia diberikan hak oleh Allah untuk memanfaatkannya untuk kemashlahatan hidup.
Jika karena satu hal, yaitu curang dalam takaran dan timbangan bisa menyebabkan suatu ummat binasa. Maka, bagaimana jika kerusakan sebuah bangsa terjadi pada tauhidnya, muamalahnya, dan akhlaqnya kepada alam semesta? (abm) www.siwakz.net
Menempa jiwa wirausaha
Indonesia kering wirausahawan (entrepreneur). Padahal para wirausahawan inilah yang menjadi fasilitator bagi kemajuan ekonomi sebuah negara. Menurut Pak Ci (Ciputra, chairman kelompok usaha Ciputra), Indonesia membutuhkan setidaknya 2% penduduknya menjadi wirausaha untuk menopang kemajuan ekonomi. Padahal saat ini hanya terdapat sekitar 0,8% penduduk Indonesia yang menjadi wirausahawan.
Entrepreneurship pada galibnya adalah upaya menciptakan nilai tambah, dengan menangkap peluang bisnis dan mengelola sumber daya untuk mewujudkannya. Tentu harus disertai pengambilan risiko dalam porsi yang tepat.
Lantas jika ingin mencetak wirausahawan yang tangguh dalam jumlah jutaan 1% saja dari penduduk Indonesia sudah di atas 2 juta orang faktor-faktor apa sajakah yang perlu dipertimbangkan? Sifat-sifat kewirausahaan seseorang dibentuk oleh atribut-atribut personal dan lingkungan.
Faktor lingkungan mempunyai peran yang signifikan dalam pembentukan jiwa kewirausahaan. Salah satu faktor lingkungan yang berperan besar dalam membentuk jiwa kewirausahaan adalah budaya.
Kita bisa melihat secara kasat mata, suku tertentu di Indonesia, seperti dari Sumatera Barat dan Sulawesi Selatan mempunyai ‘bakat’ wirausaha. Karena dalam budaya tersimpan nilai-nilai yang diwariskan, dan nilai adalah ‘apa yang dianggap baik’.
Tatkala kewirausahaan dianggap mulia dalam sistem nilai sebuah budaya, seorang wirausahawan mendapat tempat terhormat dalam budaya tersebut. Budaya tersebut akan menjadi ‘produsen’ wiraswasta. Sementara dalam budaya lain yang menempatkan pekerjaan wirausaha kurang bergengsi, kurang produktif dalam menghasilkan wirausaha.
Para perantau, biasanya juga memiliki dorongan lebih untuk berwirausaha. Orang Minang, Tionghoa dan India perantauan tampak lebih menonjol daripada mereka yang di daerah asalnya.
Role model merupakan hal yang sangat penting karena dengan mengetahui serta memahami kisah-kisah para wirausahawan yang telah meraih kesuksesan menjadikan cita-cita seseorang untuk membuka usahanya sendiri menjadi lebih kredibel dan terjustifikasi.
Calon wirausaha pada umumnya menemukan role model di rumah ataupun di tempat kerja. Bila seseorang banyak berhubungan serta bergaul dengan para wirausahawan, maka ada kemungkinan dia juga akan tertarik untuk memilih jalan hidup sebagai seorang wirausahawan.
Di samping faktor di atas, terdapat faktor sosiologis yang mendorong berkembangnya jiwa kewirausahaan. Salah satunya adalah tanggungjawab keluarga, yang memainkan peranan penting dalam menghasilkan keputusan untuk memulai usaha sendiri.
Adalah relatif lebih mudah untuk mulai menjalankan bisnis pada saat seseorang berusia relatif masih muda, lajang, serta tidak memiliki banyak aset pribadi. Bila dia gagal meraih kesuksesan sebagai seorang wirausahawan, maka masih terbuka peluang baginya untuk membangun karir dan pekerjaannya di perusahaan lain. Artinya lajang dan berusia muda memiliki hambatan psikologis yang rendah untuk berwirausaha. Lebih nekad!
Ada pula trade off antara pengalaman yang bertambah seiring dengan pertambahan usia dengan rasa optimistis dan energi yang dimiliki. Semakin bertambah usianya tentu semakin banyak pengalaman yang diperoleh, semakin luas jejaringnya dan seharusnya semakin percaya diri.
Namun kadang-kadang jika telah berada dalam sebuah industri dalam waktu yang lama, seseorang akan meyakini kesulitan yang bakal muncul bila memutuskan untuk memulai bisnis sendiri. Maka, rasa pesimis pun muncul dan tidak lagi nekad.
Namun dapat terjadi sebaliknya, pengalaman dan jejaring yang luas akan membuat rasa percaya diri merasa lebih merasa optimis untuk memilih wirausaha. Di sini karakter personal yang berbicara.
Karakteristik personal
Karakteristik personal dapat mengalahkan faktor lingkungan. Ambil contoh Bill Gates. Lingkungan keluarga pengacara telah membimbingnya untuk menekuni bidang hukum di Universitas bergengsi, Harvard. Dia sedang merintis jalan untuk mengikuti tradisi keluarganya, menjadi pengacara, pada saat dia dropped out dari Harvard dan mendirikan Microsoft. Dalam kasus Bill Gates, sisi karakteristik personal lebih menonjol.
Dari sisi ini, seorang wirausahawan memiliki focus of control internal yang lebih tinggi ketimbang seorang nonwirausahawan, yang berarti mereka memiliki keinginan kuat untuk menentukan nasib sendiri.
Sebuah survei yang dilakukan terhadap pemilik usaha kecil di Inggris menemukan bahwa lebih dari 50% responden mengatakan bahwa independensi merupakan motif utama saat mereka memutuskan mendirikan usaha sendiri.
Hanya 18% yang mengemukakan alasan untuk menghasilkan uang, sedangkan sisanya sebesar 10% menyebutkan ber-bagai alasan seperti kesenangan, tantangan, memberikan ruang lebih bagi kreativitas, dan kepuasan personal.
Karakteristik personal lainnya adalah kebutuhan untuk mengendalikan. Kebanyakan para wirausahawan adalah orang yang sulit untuk menerima kendali serta otoritas orang lain terhadap diri mereka.
Menurut Derek Du Toit, banyak wirausahawan yang membangun bisnisnya sendiri sebelumnya merupakan karyawan dari sebuah organisasi, namun mereka memiliki sifat sulit diatur.
Keputusan berwirausaha dapat dipengaruhi oleh faktor personal maupun faktor lingkungan. Wirausahawan seringkali memutuskan untuk memulai usahanya sendiri karena mereka adalah para high achiever yang merasa bahwa karir mereka sulit berkembang dalam perusahaan tempat mereka bekerja ataupun profesi yang mereka tekuni.
Banyak wirausahawan yang bekerja selama beberapa waktu dalam sebuah perusahaan guna memperkuat jejaring, meningkatkan sumber daya dan pengalaman sebelum membuka bisnis mereka sendiri.
A. B. Susanto
Managing Partner The Jakarta Consulting Group
sumber gb : gettyimages
http://cyberjob.cbn.net.id/cbprtl/cyberjob/detail.aspx?x=Hot+Topic&y=cyberjob|0|0|6|46
Pekerjaan Yang Sesuai Untuk Ibu Rumahtangga
Diambil dari Mailinglist Assunnah .. mudah-mudahan bermanfaat
From: username@yahoo.
Date: Fri, 28 Mar 2008 05:31:06 +0000
Assalamu’alaikum
Saya seorang ibu memiliki satu putri dan berencana akan segera Resign
dari perusahaan tempat saya bekerja karena terlalu banyak maksiatnya
terutama mengenai menyogokan, pemalsuan serta rekan kerja satu team
yang mayoritas bukan muhrim, dll. Saya dan Suami menginginkan keluarga
yang diRidhoi oleh Allah dan tidak ingin memberikan apapun untuk anak
saya dengan yang diharamkan, saya mohon informasinya apabila ada
pekerjaan yang sesuai dengan syariat islam untuk saya.
Maya
Alhamdulillah,
Dibawah ini saya ringkaskan mengenai contoh pekerjaan yang sesuai bagi wanita dan juga kedudukan wanita dalam kehidupan.
Wallahu a’lam
PEKERJAAN WANITA MUSLIMAH
Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
http://www.almanhaj
Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah boleh bekerjanya kaum wnaita di kantor-kantor, yaitu jika bekerjanya itu di kantor urusan agama dan perwakafan ?
Jawaban
Bekerjanya kaum wanita di kantor-kantor tidak terlepas dari dua kemungkinan.
Pertama.
Di kantor-kantor khusus wanita, misalnya kantor pembinaan sekolah-sekolah puteri dan sejenisnya yang hanya dikunjungi oleh kaum wanita. Bekerjanya wanita di kantor semacama ini tidak apa-apa.
Kedua.
Jika dikantornya terjadi campur baur antara kaum laki-laki dengan kaum wanita, maka wanita tidak boleh bekerja di sana dengan mitra kerja laki-laki yang sama-sama bekerja di satu tempat bekerja. Demikian ini karena bisa terjadi fitnah akibat bercampur baurnya kaum laki-laki dengan kaum wanita.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan umatnya terhadap fitnah kaum wanita, beliau mengabarkan bahwa setelah meninggalnya beliau, tidak ada fitnah yang lebih membahayakan kaum laki-laki dari pada fitnahnya kaum wanita, bahkan di tempat-tempat ibadah pun Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menganjurkan jauhnya kaum wanita dari kaum laki-laki, sebagaimana disebutkan dalam salah satu sabda beliau.
“Artinya : Sebaik-baik shaf kaum wanita adalah yang paling akhir (paling belakang) dan seburuk-buruknya adalah yang pertama (yang paling depan)”.[Hadits Riwayat Muslim dalam Ash-Shalah 440]
Karena shaf pertama (paling depan) adalah shaf yang paling dekat dengan shaf kaum laki-laki sehingga menjadi shaf yang paling buruk, sementara shaf yang paling akhir (paling belakang) adalah yang paling jauh dari shaf laki-laki. Ini bukti nyata bahwa syari’at menetapkan agar wanita menjauhi campur baur dengan laki-laki. Dari hasil pengamatan terhadap kondisi umat jelas sekali bahwa campur baurnya kaum wanita dengan kaum laki-laki merupakan fitnah besar yang mereka akui, namun kini mereka tidak bisa melepaskan diri dari itu begitu saja, karena kerusakan merajalela.
[Nur Ala Ad-Darb, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, hal.82-83]
KEDUDUKAN WANITA DI DALAM KEHIDUPAN
http://www.almanhaj
Sesungguhnya wanita muslimah mempunyai kedudukan yang sangat tinggi di dalam Islam dan pengaruh yang begitu besar di dalam kehidupan setiap Muslim. Dialah sekolah pertama di dalam membangun masyarakat yang shalih jika ia berjalan sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena berpegang teguh kepada kedua sumber itu dapat menjauhkan setiap Muslim laki-laki dan wanita dari kesesatan di dalam segala sesuatu.
Kesesatan bangsa-bangsa dan penyimpangannya tidak akan terjadi kecuali karena mereka menjauh dari ajaran Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ajaran yang diajarkan oleh para nabi dan rasulNya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Aku tinggalkan pada kamu dua perkara, kamu tidak akan tersesat selagi kamu berpegang teguh kepadanya, yaitu Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah NabiNya” [Diriwayatkan Imam Malik didalam Kitab Al-Muwaththa]
Didalam Al-Qur’an terdapat banyak ayat yang menunjukkan betapa pentingnya kaum wanita sebagai ibu, sebagai istri, sebagai saudara dan sebagai anak. Mereka juga mempunyai hak-hak dan kewajiban-kewajiban
Urgensi atau pentingnya (peran wanita) itu tampak di dalam beban tanggung jawab yang harus diembannya dan perjuangan berat yang harus ia pikul yang pada sebagiannya melebihi beban tanggung jawab yang dipikul kaum pria. Maka dari itu, di antara kewajiban terpenting kita adalah berterima kasih kepada ibu, berbakti kepadanya dan mempergaulinya dengan baik. Dalam hal ini ia harus lebih diutamakan dari pada ayah.
….dst..