Kehancuran Ummat dan Kiloan

Diambil dari Mailinglist yang super aktif :) yang hasil dari copy paste juga :d tp bisa dijadikan bahan renungan …..

—–

Ibu Rusti (nama samaran) menggerutu sambil ngomel-ngomel karena gasnya Cuma sepertiga isinya. Ia baru saja beli gas LPG (liquid petrolium gas) ukuran 12 kg. padahal tiga tahun lalu, gas biasanya isinya setengah atau lebih, walaupun memang tidak pernah penuh.

Haryono (nama samaran) mengumpat-umpat dalam mobilnya karena buah yang ia beli diyakininya tidak sampai 1 kg, padahal ia beli 1 kg. Bahkan ia melihat adalah tulisan yang terpampang “1 kg = 10 ons” di tempat jualan lain ia melihat “1 kg = 8 ons”.

Sudra (nama samaran) juga bertengkar dengan pedagang di sebuah pasar induk di Jakarta. Pasalnya anggur yang ia beli ternyata tidak sampai 1 kg. Akhirnya terjadi keributan antara dirinya dengan pedagang anggur.

Ini semua adalah gambaran kehidupan masyarakat kita dalam bermuamalah, transaksi ekonomi, dan jual-beli, baik yang dilakukan oleh perusahaan “plat merah” maupun oleh masyarakat. Kecurangan dalam bisnis ada di mana-mana, dari bisnis kelas atas hingga bisnis masyarakat kere rakyat jelata.

Tafakkur
Lestarinya sebuah peradaban atau kehancurannya adalah diantaranya dalam urusan timbangan. Di zaman sekarang timbangan biasanya distandarkan dengan kilogram. Timbangan inilah yang digunakan manusia untuk bertransaksi secara ekonomi, jual-beli, muamalah, perniagaan, dan istilah-istilah lainnya.

Ini pulalah yang menunjukkan agungnya sebuah akhlaq, yaitu keshalihan sosial. Manusia dituntut untuk berlaku adil, tidak curang, jujur kepada sesame. Jika ini dilanggar, maka kehancuran –tidak hanya sebuah generasi– bahkan kehancuran sebuah ummat adalah sebagai agunannya.

Allah ta’alaa berfirman:
Binasalah al-muthaffifiin; yaitu orang-orang yang jika meminta takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi; dan jika menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka menguranginya. Q.S. Al-Muthaffifin: 1 – 3.

Lihatlah, bagaimana Allah ta’alaa mengancam manusia dengan kebinasaan, kehancuran jika berlaku curang dalam jual-beli, timbang-menimbang barang.

Tentang hal ini, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda kepada para pedagang:
“Sesungguhnya kalian adalah pihak yang diberi amanah untuk mengurus perdagangan, namun ingatlah sebab ummat-ummat terdahulu dibinasakan oleh Allah karena mereka curang dalam masalah timbangan dan takaran.” HR. Tirmidzi, shahih.

Kaum Madyan Binasa Karena Kiloan

Adalah penduduk wilayah Madyan, mereka disebut Ashabul Aikah, dalam Al-Qur’an. Sebuah wilayah di ujung Syam dan berbatasan dengan Hijaz, Saudi Arabia. Mereka adalah ummatnya Nabi Syuaib. Pembangkangan mereka kepada seluruh Rasul –demikian Allah menyebutnya—diantaranya adalah curangnya mereka dalam takaran dan timbangan. Apa jadinya? Maka, Allah mengazab mereka dengan gempa yang amat dahsyat sehingga mayat bergelimpangan di seluruh kota. (Q.S. Al-Ankabut: 37).

Solusinya?
Di dunia ini, manusia dituntut untuk berlaku adil kepada tiga pihak, pertama adil kepada Allah, kedua adil kepada sesama manusia, dan ketiga adil kepada alam semesta.

Untuk yang pertama adalah dengan menyembah-Nya semata, tidak musyrik, tunduk dan patuh kepada semua perintah-Nya dan mengindahkan semua larangan-Nya. Inilah yang disebut oleh para ulama sebagai tauhid.

Untuk yang kedua adalah dengan santun kepada sesama, baik kepada tetangga, dermawan, jujur, tidak dengki, tidak curang, dan tidak melakukan berbagai perilaku kedzaliman kepada sesama manusia. Ini adalah apa yang disebut oleh para ulama sebagai muamalah.

Dan yang ketiga adalah adil kepada alam semesta. Artinya, manusia dituntut untuk menjaga kelestarian alam, menjaga keseimbangan system alam, menjaga lautan, manjaga daratan, hutan, sungai, gunung, dan langit serta seluruh alam semesta. Walaupun pada saat yang sama manusia diberikan hak oleh Allah untuk memanfaatkannya untuk kemashlahatan hidup.

Jika karena satu hal, yaitu curang dalam takaran dan timbangan bisa menyebabkan suatu ummat binasa. Maka, bagaimana jika kerusakan sebuah bangsa terjadi pada tauhidnya, muamalahnya, dan akhlaqnya kepada alam semesta? (abm) www.siwakz.net



Your Comment