Archive for May, 2008

6 Hal Yang Diperlukan Untuk Melangkah dari Karyawan Menjadi Pengusaha

Hasil browsing dan nemu sebuah artikel di situs Pengusaha Muslim … ayooo.. para Syabab … jadikan ini sebagai pemicu jangan jadi Karyawan saja tapi harus jadi Pengusaha sendiri seperti para sahabat Rasulalallah …..

 

6 Hal Yang Diperlukan Untuk Melangkah dari Karyawan Menjadi Pengusaha


Saya kehilangan pekerjaan! Haruskah saya membuka usaha?

Saya menerima banyak email yang diawali dengan “Saya baru saja kehilangan pekerjaan!” dibagian lain email, pengirim terus bertanya, “Bagaimana saya mulai membuka usaha?”

Banyak orang yang terkena perampingan, diberhentikan, atau dipecat. Dan karena keadaan ekonomi, mendapatkan pekerjaan baru bukanlah hal yang mudah. Menciptakan pekerjaan anda sendiri dengan mulai membuka usaha memang menarik ketika anda tidak mendapatkan pekerjaan - atau tidak betah dengan pekerjaan yang ada sekarang.

Tapi “Bagaimana memulai wirausaha?” bukanlah pertanyaan pertama yang harus anda ajukan jika anda dalam situasi ini; pertanyaan pertama yang seharusnya ditanyakan adalah “Haruskan saya berwirausaha?” Sebelum anda mulai memikirkan jenis bisnis yang akan anda kerjakan, anda harus melakukan beberapa pemikiran tentang diri anda.

Tidak semua orang bisa memulai usaha.
Menjadi wirausahawan sangat berbeda dengan karyawan.
Dan beberapa orang merasa tidak mungkin menyesuaikan perbedaan-perbedaan tersebut.

Mari kita lihat jika anda memiliki mindset pengusaha yang diperlukan.

1. Anda harus fleksibel jika berwirausaha.

Jika anda mulai berbisnis, anda tidak lagi memiliki “sebuah” pekerjaan dengan kewajiban dan tanggung jawab yang telah jelas. Secara tiba-tiba anda memiliki tugas ganda, yang sering terganggu dengan adanya krisis yang tidak terduga (khususnya dalam fase awal). Hari-hari karyawan biasanya diisi dengan aktivitas yang dapat diprediksi; sedangkan pengusaha tidak.

Dan ketika anda memulai usaha, tidak ada orang yang didelegasikan. Sebagai karyawan, anda terbiasa melimpahkan masalah ke bagian diatas anda atau tidak terlibat dalam pengambilan keputusan. Sebagai seorang pemilik usaha, anda adalah orang yang akan berhadapan dengan krisis apapun dan memecahkan masalah. Anda adalah orang yang harus membuat keputusan.

2. Anda harus menjadi pemrakarsa motivasi diri.

Ketika anda menjadi karyawan, orang lain yang menyuruh anda melakukan sesuatu, baik secara langsung ataupun tidak. Anda terbiasa melakukan tindakan yang diarahkan oleh orang lain. Namun, sebagai pemilik usaha, anda harus mengarahkan tindakan anda sendiri. Anda tidak bisa hanya duduk dan berharap klien akan datang atau tiba-tiba seseorang datang dengan membawa inventori toko anda.

Tidak ada orang yang akan memberikan pekerjaan di meja anda atau menunjukkan apa yang perlu diselesaikan. Bagi kebanyakan orang yang mencoba berwirausaha dan memulai bisnis setelah menjadi karyawan dalam waktu yang lama, ini adalah penyesuaian terberat yang dibuat.


3. Anda harus mampu mengenali peluang dan mengejarnya.

Kebanyakan karyawan melakukan apa yang ditugaskan. Ada orang lain yang “ditunjuk” untuk mencari peluang, apakah bos sebuah usaha kecil, atau mungkin departemen sales atau tim manajerial di sebuah perusahaan besar. Jika anda memulai usaha, anda harus menjadi seseorang yang secara konstan melihat peluang dan mampu mengenalinya. Mungkin hanya peluang kecil, seperti kesempatan menjemput klien baru, atau yang besar, seperti menempatkan produk anda di rak grosir terbesar, namun sebagai pemilik usaha kecil anda harus tetap mengamati masadepan dan posisi diri anda untuk mendapatkan keuntungan dari peluang yang didapatkan. Sebagai karyawan, mungkin anda terbiasa dengan posisi “kepala menunduk”; jika menjadi pengusaha yang berhasil, anda perlu melakukan posisi “kepala kedepan”.

Menjadi pengusaha sangat berbeda dengan karyawan dan akan menjadi transisi yang sulit.

4. Ketika anda berwira usaha, anda harus mampu membuat rencana.

Pekerjaan terakhir anda mungkin tidak melibatkan perencanaan sama sekali, karena orang lain yang melakukannya. Atau mungkin membuat perencanaan ditingkat lokal, seperti perencanaan proyek tertentu. Jika ingin mulai usaha, anda perlu mengembangkan keahlian dalam perencanaan baik jangka pendek dan jangka panjang; yang akan menjadi bagian besar dalam diri anda.

Ketika anda mulai usaha, salah satu tugas anda adalah bekerja dengan business plan. Saat bisnis anda berjalan, anda akan menemukan perencanaan ini (sedetil apapun) perlu direvisi dan rencana lain perlu dibuat, karena anda bekerja dengan sasaran jangka panjang yang anda tetapkan untuk bisnis anda. Dari mengikuti rencana orang lain sebagai karyawan, anda harus belajar bagaimana menciptakan rencana bagi diri anda sendiri dan mengadaptasi rencana di lingkungan yang berubah.

5. Anda perlu mempersiapkan diri untuk masuk kedalam upaya yang konstan dan konsisten.

Kita semua telah melihat karyawan yang hanya bergerak, atau mereka yang hanya “menghabiskan waktu” sampai pensiun. Anda tidak perlu menjadi rekan kerja untuk tahu siapa saja orang ini. Sebagai seorang konsumen atau klien, anda dapat mengetahuinya. Memulai usaha memerlukan energi dan anda harus mampu memberikannya 100 persen. Konsumen atau klien anda harus tahu jika anda mengeluarkan bakat, ketrampilan, atau perhatian secara maksimal untuk mereka - dan mereka akan mencari ke tempat lain jika tidak mendapatkannya dari anda.

Yang lebih parah, anda perlu memberikan upaya yang konstan dan konsisten tanpa jaring pengaman karyawan. Banyak karyawan yang biasanya “sakit” dan ada orang lain yang menangani pekerjaannya, misalnya. Sebagai pengusaha, anda harus melakukannya sendiri dan memberikan upaya yang terbaik jika anda tidak memiliki karyawan yang dapat melakukannya. Anda juga mengucapkan selamat tinggal pada hari libur yang biasanya dinikmati karyawan, setidaknya sampai bisnis anda pada titik mapan, sehingga anda dapat mengatur waktu anda.

6. Harus mampu menghadapi ketidakpastian.

Sebagai seorang pengusaha, tidak ada jaminan produk atau layanan yang anda tawarkan masih diperlukan dalam waktu 6 bulan mendatang. Tidak ada jaminan bahwa konsumen anda akan membayar tagihan tepat waktu atau melunasinya. Tidak ada jaminan klien besar anda, yang nampaknya senang dengan kerja anda, tidak akan meninggalkan anda minggu depan. Tidak ada jaminan anda akan menghasilkan income bulan ini atau setelahnya. Bagi kebanyakan mantan karyawan yang terbiasa menerima gaji secara teratur, ketidakpastian ini menjadi hal yang sulit dihadapi.

Apakah anda masih bertanya-tanya, “Bagaimana saya harus memulai bisnis?” Bagus! karena inti dari artikel ini bukanlah menakut-nakuti anda, namun menyadarkan anda bagaiamana seharusnya menyesuaikan kembali pemikiran anda untuk melakukan transisi dari karyawan ke pengusaha.

Semoga setelah anda membaca list yang diperlukan untuk menjadi pengusaha sukses, anda berkata pada diri anda sendiri, “Saya dapat melakukannya”. Karena setiap orang dengan ciri yang ada disini adalah sikap atau perilaku yang dapat dipelajari.

Sekarang anda tahu jenis orang seperti apa yang dapat menjalankan bisnis dan berhasil, kemana anda pergi setelah ini?

 

http://pengusahamuslim.com/modules/smartsection/item.php?itemid=69

Ada yang bisa bantu ?? atau mau ikutan juga ???

—————————- Original Message —————————-
Subject: [assunnah] Mohon Thausiyah Wanita Bekerja
From: “xxxx xxxx”
Date: Sat, May x, 2008 4:03 pm
To: xxxx@yahoogroups.com
————————————————————————–

Assalamu’alaikum.warohmatullahi.wabarokatuh.

kepada ikhwah assunnah mohon diberikan thausiyah dan commentnya berdasarkan dalil2 yang sesuai dengan Al-qur’an dan Assunnah terhadap case dibawah ini:

ada seorang muslimah yang memutuskan untuk berhenti dari pekerjaaannya dikarenakan setelah dia mengikuti taklim-taklim yang diadakan oleh salafy dan juga berdasarkan dialog dengan akhwat-akhwat yang sudah lama mengikuti taklim salafy tentang bahaya kholwat dan ikhtilat (FYI sebelumnya akhwat ini mengikuti tarbiyah) dan ia memutuskan berhenti bekerja karena dilingkungan kantornya sangat tidak bisa menghindari dari kholwat dan ikhtilat dikarenakan urusan pekerjaan yang mengharuskan hal tersebut terjadi.

Sebelum akhwat ini mengikuti kajian salfy ia tidak terlalu memikirkan hal ini karena menurut pemahaman yang ia tahu sebelumnya dan dari murobbiyahnya(saat tarbiyah) bahwa jika kita bekerja pada situasi yang tidak bisa untuk hindari kholwat ataupun ikhtilat maka kita masuk dalam situasi dorurot sehingga ada kelonggaran yang terpenting kita bisa menjaga diri dengan tetap berhijab sempurna, namun setelah akhwat tersebut berdialog dgn akhwat2 salafy dan berargumen seperti yang disebutkan diatas semua argumennya dimentahkan dan membuat akhwat tersebut sadar bahwa keadaan dorurot tidak bisa dijadikan patokan kita untuk bisa melanggar apa yang telah ditetapkan Alloh dan Rosul-Nya. terlebih lagi dengan dalih sebagai wanita bisa jaga diri dengan tetap berhijab sempurna namun tetaplah ada dampaknya yaitu apakah dengan berhijab sempurna maka akan menutup pintu bagi laki-laki untuk tidak berpenyakit hati jika tetap terjadi campur-baur.

Hal2 tersebutlah yang meyakini akhwat tersebut untuk melakukan keputusan dan juga ketika dibacakan tentang sirah sahabiyah dimana siti Khadijah menjalankan bisnisnya di dalam rumah. Dan menjaga diri dari ikhtilat dan kholwat namun ada sedikit ganjlan di hati akhwat ini beberapa hari ini ketika ia membaca sebuah artikel yang berbanding terbalik dengan ia dapatkan dari sirah yang ia dapatkan dari teman2 akhwat salfy yang mengatakan bahwasanya siti khadijah dalam menjalankan bisnisnya yang maju menuntut beliau juga untuk tetap keluar safar dan tidak hanya dijalankan dari rumah.

Dimana siti khadijah juga bertemu dengan client-client dalam menjalankan bisnisnya. sehingga jika dilihat dari artikel tersebut maka bekerja bagi wanita dibolehkan selain di dalam rumah dan tentang ikhtilat bisa dikesampingkan kr dalam hal ini adalah kegiatan muamalah. dan mohon kepada ikhwah sekalian diberikan tausyiah apakah jalan yang akhwat tsb putuskan adalah terbaik dan mohon diinformasikan mana yang benar berdasarkan al-qur’an dan hadits shahih tentang aktivitas siti khadijah dalam berbisnis dan sejatinya tempat aktivitas terbaik bagi muslimah disisi Alloh apakah dirumah atau diluar rumah?.

al-afwu jika penjelasan kasus ini agak berantakan dan mutar-mutar.

jazakumulloh khairan khatsir

Semoga Alloh memberikan balasan pahala yang berlipat ganda kepada antum semua

wassalamu’alaikum.warohmatullahi.wabarokatuh.

“LIEUR”

WAJAHNYA berkerut ketika ditanya pendidikan anaknya. Hanya keluar desahan nafas panjang. “Udah pernah sekolah juga udah untung Neng,” katanya lirih. Bi Oon–demikian ia biasa dipanggil oleh orang-orang di kampungnya– hanya tersenyum getir menceritakan beban berat hidupnya. Usianya belum 50 tahun, guratan-guratan tua jelas terlihat di mukanya. Sejak suaminya meninggal 12 tahun lalu, ia mengambil alih semua urusan keluarga.

Dulu suaminya hanya seorang tukang becak. Tidak banyak yang ditinggalkan suaminya. Hanya sepetak rumah mungil di Jalan Sadang, Sayati, Kab. Bandung, dan empat buah hatinya. Dengan penghasilan sebagai pembantu rumah tangga, Bi Oon menghidupi keempat anaknya. “Sekitar dua ratus ribuan lah sebulannya. Lumayan buat makan mah Neng,” katanya. Anak pertamanya, Lilis (25) hanya menamatkan sekolah hingga SD. Kini, Lilis telah berkeluarga dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Mungkin, Lilis lebih beruntung dibandingkan dengan adiknya, Siti (22) yang hanya bisa bersekolah hingga kelas IV SD. “Enggak punya uang. Jadi ya enggak dilanjutkan,” kata Bi Oon. Kini Siti bekerja di sebuah pabrik sepatu.

Saat anak ketiganya, Iis (kini 14 tahun) lahir, kehidupan Bi Oon dan suaminya belum banyak berubah. Beruntung, Iis bisa bersekolah berkat bantuan dari donatur. Meskipun hanya sampai kelas VI SD, Iis merasa senang bisa mengecap pendidikan. Ia juga diberikan bantuan ikut les keterampilan menjahit.

Sementara itu, anak keempatnya, Ayi (12) seharusnya sedang mempersiapkan diri untuk ujian nasional (UN) SD. Namun, sejak beberapa bulan lalu, Ayi sudah tidak bisa menikmati bangku sekolah.

Bi Oon yang kini bekerja sebagi tukang urut merasa tidak sanggup lagi membiayai sekolah anak bungsunya itu. Meskipun sudah dibebaskan dari biaya sekolah, bahkan gurunya sampai menyusul ke rumahnya, Bi Oon tetap pada pendiriannya untuk tidak melanjutkan pendidikan si bungsu. “Biar udah gratis sekolahnya, tapi biaya sehari-hari tetep ada Neng. ,” kata Bi Oon. Penghasilannya sebagai tukang urut memang tidak pasti. Sekali urut, Bi Oon biasanya dapat Rp 20.000,00.

Ayi adalah salah seorang dari sekian banyak anak di Indonesia yang memimpikan sekolah. Di kawasan Bandung, wilayah terdekat ke pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, ribuan anak usia sekolah tidak bisa menikmati pendidikan karena keterbatasan ekonomi.

Sebut saja Ani Rosasi, anak seorang buruh di Kampung Pagersari, Desa Pagerwangi, Kec. Lembang, Kab. Bandung. Meski berkeinginan besar untuk menyekolahkan Ani, sang ayah Ade Karna tidak mampu memberikan biaya karena berpenghasilan tidak tetap.

Meski lebih beruntung, pendidikan Barkah Priyana (17) dan Desi Lestari (16) juga nyaristerhenti karena terbentur masalah biaya. Keduanya masih duduk di kelas tiga SMP Al Falah Kota Bandung. Padahal, berdasarkan usia mereka seharusnya sudah memasuki jenjang SMA. Meski mendapat bantuan dana pendidikan, Barkah dan Desi juga sempat tidak bisa meneruskan sekolah karena tidak ada biaya untuk ongkos sehari-hari dari rumah masing-masing ke sekolah. Namun satu hal yang perlu dicontoh, Barkah dan Desi mendapat bantuan dana untuk ongkos dari guru-guru mereka. Suatu tindakan terpuji dari seorang guru yang ingin anak didik mereka terus maju meski di tengah kesulitan ekonomi.

Biaya pendidikan saat ini tidak lagi ramah pada masyarakat, apalagi bagi mereka yang berada di garis kemiskinan. Bantuan Operasional Sekolah (BOS) belum menuntaskan masalah. Kalaupun biaya sekolahnya gratis, mereka masih harus memikirkan biaya sehari-harinya. Untuk beli seragam, alat tulis, sepatu, dan ongkos ke sekolah. Itu semua perlu biaya. “Lebih baik uangnya buat beli beras,” kata mereka lirih. (Fitri /Handri)***

 

http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=beritadetail&id=21004

May 2008
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
Pengunjung
Pengunjung Hari ini: 23