Saat ini cukup ramai di ranah maya yaitu persewaan dari Virtual Private Server. Lah ..buat apa toh VPS ini ???? jawabnya buat “Ngadimin” yang seneng ngoprek dan Servernya ingin Onlen terus2an di Internet serta bisa di modifikasi sesuai keinginan kita Server yang di opreknya itu.
Selama ini cukup terbatas jika kita hanya akan mempublikasikan sebuah Web, yaitu hanya di Hosting di Server orang misal di Server USA, Singapore atau di Server OpenIXP. Hosting Server kita terbatas pada Space hardisk misal cuman 100Mb atau kita login hanya sebatas FTP dan juga melalui Control Panel dari Webhosting tersebut, baik menggunakan Cpanel, Webmin, Fantastico atau lain2 .. banyak sih soalnya. Sekarang malahan Sebuah Perusahaan Webhosting/ Reseller Webhosting melayani juga VPS dimana kita yg menyewa akan mendapat Space misal 5Gb dengan Memory misal 128Mb, jadi seolah2 kita memiliki Server Sendiri yang disimpan pada Data Center.
Layanan VPS ini tidak lain adalah dari kreasi terbesar dari Emulator yaitu OpenVZ dan Xen (yang Free) yang Bayar nya juga ada.
Beberapa Server Hosting di Indonesia yang melayani VPS adalah Sbb :
1. Jagoan Hosting (disimpan di Datacenter nya Indosat)
2. IDVPS (disimpan di Datacenternya Indika.net.id – OpenIXP)
3. ARD Hosting
4. Magnet ID
5. Pasarhosting
Dan ada beberapa lagi yang lain … silakan ditanyaken sama Mba Gugel …
Kesemuanya itu ternyata mengandalkan Software Virtual semisal Xen dan OpenVZ, atau kalo yg cukup mahal biaya nya ada yang menggunakan Software versi Bayar.
Nah beberapa Fitur dari masing2 VPS ini saya liat ada yang mengurutkan nya disini tapi biar enak saya list lagi disini yah … dalam bahasa Indonesia (kalo penerjemahannya ndak layak … “maaf aja” ya
):
Versi Xen
- Xen sangat mirip dengan hardware aslinya
- Memerlukan Resource yang lebih
- Soft Memory Limit alias bisa diberi toleransi alias fleksibel
- Full IPTables Access
- hanya 5 Distro yang di recommend (Ubuntu, Fedora, Debian, CentOS, dan Gentoo)
Versi OpenVZ
- Menggunakan sedikit resource
- Alokasi Memory nya static (ndak bisa di atur2)
- IPTables Access (terbatas)
- 7 Distro yang direcommend (Ubuntu, Fedora, Debian, CentOS, Gentoo, Slackware dan OpenSUSE)
Nah sekarang .. silakan tinggal pilih mau yang mana ??? terserah anda ……

If you want edit me? just go to your profile than add description text as many you like. ^_*
06:57
Salah dua dari beberapa kelebihan xen;
* Dedicated RAM dan akses langsung ke physical, berbeda dengan openVZ yang RAM nya juga “virtual”.
* SWAP, masing-masing guest akan memiliki swap sehingga proses yang “tidak muat” di memory bisa di oper ke hdd, sementara openvz mengandalkan burstable ram, ketika ram overload (dan burst tidak tersedia) guest akan mematikan satu-persatu servicenya.
Umumnya guest xen tetap dapat diakses meskipun sangat lambat dalam keadaan guest overload. XEN sangat mirip dengan dedicated server dengan resource yang lebih terbatas. Bahkan dalam keadaan full virtualization (membutuhkan dukungan hardware) guest xen “terlepas” sama sekali dari hostnya di tingkatan software.
Iya nih mas Yakub
… saya aja cenderung recommend Xen :d, makanya saya pilih di Magnet yg nota bene pake Xen, karena saya pake di salah satu provider yg pake OpenVZ weks… memorynya 256 sering overload alias selalu minta reboot aja nih pusing
, karena ya itu tadi ndak ada swap memory
13:01
Pernah cobain yang di http://www.ardhosting.com ngga VPS nya? Kalau pernah kasih review, lagi cari2 nih
, btw kalo di singapore cepet banget akses keinternasionalnya, alhamdulilah selama ini sy masih enjoy sama Magnet (Txs to All Magnet Team yang udah support)
Belum pernah nyoba sih karena sewaktu pas mau ambil VPS sy nyobanya yg ada di singapore sama yang ada diluar
12:59
sebenar nya tidak jau berbeda antara XEN dan openVZ.
itu tergantung dari user nya masing2, kalau emg pada maniak download, yah pada make XEN :p
izin copas aja daaah… heheheheheh