[Melihat Lebih Dalam Sejarah Gerakan Hizbullah Syiah Dan Sikapnya Terhadap Palestina]
Oleh
Abu Hanan Sabil Arrasyad
Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, meminta
pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah
dari kejahatan jiwa-jiwa kami dan kejelekan amalan-amalan kami.
Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak akan ada
yang menyesatkannya. Dan barangsiapa disesatkan oleh Allah, maka
tidak akan ada yang memberi petunjuk kepadanya.
Saya bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan yang berhak untuk
disembah kecuali hanya Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan
aku bersaksi bahwa Muhammad adalah seorang hamba dan utusan-Nya.
Saat ini hampir seluruh mata tertuju kepada sebuah negeri bernama
Libanon yang negeri tersebut saat ini sedang porak poranda dihantam
oleh rudal-rudal yahudi. Sebuah perang diawali penculikan yang
dilakukan oleh Hizbullah (milisi penganut agama syiah rafidhoh)
yang menimbulkan tanda tanya besar pada dunia Islam. Adakah ini
benar sebuah perjuangan Islam dan pembelaan terhadap kaum muslimin
palestina oleh milisi amal hizbullah, dan perjuangan jihad Islam
untuk membebaskan palestina.
Kenyataannya adalah sebagian besar kita terlalu mudah menyimpulkan
bahwa inilah perjuangan Islam sebelum melihat dan benar-benar
mengetahui sejarah sebenarnya Milisi amal hizbullah yang menganut
agama syiah itu berdiri dan sejarah tentang mereka di libanon.
Tulisan ini memang terasa berat saya turunkan ditengah-tengah
euphoria kaum muslimin, yang seakan-akan mendapat pahlawan baru,
ditengah-tengah kesedihan kaum muslimin melihat banyaknya korban
dan kerusakan yang terjadi oleh yahudi laknatullah. Tulisan ini
sama sekali bukan untuk menggembosi perlawanan kepada yahudi dan
menggembosi perjuangan membela kemerdekaan palestina, tulisan ini
didasari atas kecintaan terhadap kaum muslimin, peringatan kepada
mereka agar mereka lebih jeli dalam menilai sesuatu, mengetahui
mana musuh mana kawan, dan mana perjuangan Islam sesungguhnya yang
menetapi Manhaj Al Qur’an dan Sunnah yang shahihah, seperti
manhajnya Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, jalannya Al Faruq
Radiyallahu anhu, pedangnya Salahuddin Al Ayyubi yang telah jelas
membebaskan Al Quds dari cengkraman kaum kuffar.
Sejarah Hizbullah Syiah di Libanon tidak bisa kita lepaskan dari
peristiwa sejarah terjadinya perang saudara di Libanon, yang
melibatkan lebih dari satu kelompok diantaranya Rezim Syiah Syiria
An Nashiriyah, Syiah Imamiyah dalam milisi-milisi amal dan pasukan
Libanon.
Perang Saudara di libanon bermula dari peristiwa otobis di Ain Ar
Ramanah pada tanggal 13/4/1975. orang-orang Palestina yang mendiami
tenda-tenda pengungsian mendapati mereka menjadi bagian dari perang
ini. Kekuatan militer Syiria melakukan intervensi dengan
mengerahkan pasukan yang berjumlah tiga puluh ribu orang tentara
dan mereka terlibat dalam peperangan sengit. Dan militer syiah
Syiria ini dibantu oleh gerakan amal syiah melawan Pasukan Libanon.
Dimulai dari memboikot Tal Za’tar, pemboikotan yang memaksa para
pengungsi palestina kelaparan karena adanya larangan bantuan roti
dan obat-obatan disertai pengeboman yang terus menerus diarahkan
para tenda-tenda pengungsian palestina kemudian hal yang sama
dilakukan pula di perkemahan Ain Al Hulwah sehingga hancurlah
seluruh perkemahan secara keseluruhan..
Orang-orang Syiah Syiria ini bersama milisi amal menyembelih anak-
anak dan orang-orang tua serta merobek isi perut dan menodai
kehormatan para wanita. Sedangkan berita yang mereka siarkan keluar
adalah hal ini mereka lakukan untuk menghentikan perang saudara.
Wa ja’a Daur Al majus 2/42-44)
Kemudian kita beralih ke tahun 1982 dimana terjadi invasi ke
libanon oleh Yahudi dengan jumlah sekita dua puluh ribu tentara.
Yahudi menginvasi wilayah selatan lebanon dalam waktu yang sangat
singkat karena disana mereka tidak mendapatkan perlawanan malah
mereka mendapatkan kalungan bunga oleh orang-orang syiah libanon.
Yang kemudian mereka lanjutkan perjalanannya ke beirut yang disana
mereka mendapat penyambutan oleh penduduk Al Maruniyah dan
memberikan mereka bantuan. Kekuatan militer yahudi inilah yang
membombardir Beirut bagian barat wilayah yang didiami ahlussunnah.
Kemudian semua jalur obat-obatan dan makanan baik dari darat, laut
dan udara ditutup oleh yahudi dan dibombardir secara terus menerus,
salah satunya adalah yang terjadi pada hari Ahad 1/8/1982 selama
kurang lebih empat belas jam rudal-rudal yahudi membombardir beirut
barat yang menghabiskan lebih 180.000 proyektil, yakni rata-rata
lebih 214 proyektil per menit. Pemboman seperti ini berlansung
lebih dari dua belas hari pada bulan yang sama. Kemudian setelah
itu orang-orang syiah rafidhah dan syiah druz serta orang-orang
sekuler menuntut organisasi pembebasan palestina (PLO) untuk keluar
dari beirut bahkan seluruh lebanon dan terjadi (wa ja’a daur al
majus 2/49).
Dan yang lebih parahnya lagi sikap Syiah rafidhoh di libanon mereka
merestui kemenangan ini, karena israel telah mewujudkan impian
mereka dengan mengusir orang-orang palestina dari wilayah selatan
libanon. Siaran-siaran beita musuh zionis memuat penjelasan para
pejabat mereka dalam mendukung israel.(Wa Ja’a Daur Al-majus 2/50)
Koran Al Anba’ Al Kuwaitiyah pada tanggal 30/4/1985 memberitakan
dengan judul „ Orang-orang israel menyita persenjataan kelompok-
kelompok sunni saja“ orang-orang israel hanya membatasi penyitaan
senjata ini pertama-tama kepada orang-orang palestina, kemudian
kepada orang-orang Sunni Libanon adapaun gerakan amal serta milisi
druz tidak ada penyitaan apapun kepada mereka.
berawal dari kelompok perlawanan Syiah, AMAL (batalyon Perlawanan
Lebanon) Al Islamiyah -- Hizbullah yang berdiri resmi pada 1984.
gerakan amal adalah gerakan bersenjata yang tumbuh di libanon. Ia
sangat membenci sebenarnya bukan kepada musuh zionis tetapi kepada
para penduduk perkemahan palestina dan Beirut barat, itu karena
mereka para umumnya adalah orang-orang Sunni. Gerakan Amal mendapat
dukungan dana dari Rezim Syiah An Nashiriyah di Syiria dan dari
rezim Imamiyah di Iran.
Gerakan Amal telah melakukan dan bahkan sudah sering melakukan
pembantaian terhadap ahlussunnah yang bahkan mungkin zionis yahudi
sendiri belum melakukan hal demikian. Pada malam senin 20/5/1985 M,
milisi Amal menyerbu perkemahan Shabra dan Syatila. Mereka menahan
semua pegawai rumah sakit Gazza. Pengeboman mulai dikendalikan
dengan menggunakan mortir dan kontak senjata langsung dan serangan
terus melebar hingga mencapai perkemahan palestina Burj Al
Barajinah. Peperangan yang dilakukan gerakan Amal semakin membabi
buta membunuh laki-laki, para wanita dan anak-anak. Sementara itu
para pejuang palestina hanya mempertahankan diri saja tidak dapat
mundur dari tempat mereka, walaupun demikian para pejuang palestina
akhirnya berhasil bangkit namun kemudian seorang panglima brigade
enam pasukan Libanon memerintahkan anak buahnya untuk membantu
gerakan Amal dalam membunuhi orang-orang palestina yang ahlussunnah
tersebut. Perlu diketahui anggota brigade enam semuanya adalah
orang-orang syiah yang dipimpin oleh panglima Nabih Beri seorang
Syiah.
Memang terdapat beberapa kali usaha untuk menghentikan perang,
namun hal ini sama sekali tidak berhasil karena para pemimpin
Gerakan Amal Syiah adalah orang-orang yang suka ingkar janji dan
berbohong (taqiyyah). Yang akhirnya perang terus berlanjut ditambah
lagi dengan brigade delapan pasukan libanon yang juga bergabung
memerangi orang-orang palestina bersama Pasukan dari rezim An
nashiriyah Syiah Syiria mereka mengepung perkemahan palestina Al
Khalil di daerah Biqa’ kelompok ini semua mendapatkan keuntungan
dari pengeboman yang dilakukan oleh pesawat-pesawat tempur zionis
di perkemahan.(Wa Ja’a Daur Al Majus 2/81-84) dan semua berita-
berita ini pembantaian ini berusaha ditutup rapat-rapat oleh
Gerakan Amal dan semua antek-anteknya di Libanon.
Koresponden surat kabar Sunday Times tanggal 3/6/1985 mengatakan “
Sungguh mustahil meliput berita-berita pembantaian secara teliti,
karena Gerakan Amal melarang para photographer masuk ke dalam
perkemahan. Sebagian dari mereka mengancam dengan kematian. Telah
terjadi penarikan beberapa orang koresponden, karena khawatir atas
mereka dari penculikan dan pembunuhan, mereka yang masih tersisa di
Libanon mendapatkan kesulitan dalam bertugas..” dan mereka juga
menyebutkan, bahwa beberapa orang palestina dibunuh di rumah sakit-
rumah sakit di Beirut, dan sejumlah jenazah orang-orang Palestina
ditemukan dengan kondisi leher-leher mereka telah disembelih.
Kantor berita Prancis di hari yang sama menyebutkan “ Sesudah
jatuhnya perkemahan Shabra, kelompok-kelompok syiah dan Gerakan
Amal menyebar dengan penuh semangat di setiap sepuluh dan dua puluh
meter untuk menghalangi para jurnalis dan photographer untuk
mengambil gambar apa pun.
Kemudian Surat kabar Al Wathan Kuwait menyebutkan” gerakan amal dan
brigade enam melarang para koresponden surat kabar untuk masuk,
bahkan sesudah tumbahnya perkemahan Sabra. Mereka merusak semua
kamera dan film yang telah berhasil diambil oleh sebagian jurnalis
tentang bekas-beaks darah saja.(Wa Ja’a daur Al Majus 2/90-92).
Sebuah sumber menyebutkan bahwa adanya kesaksian dua orang tentang
Gerakan Amal mengumpulkan puluhan korban luka-luka dan rakyat sipil
selama delapan hari peperangan di ketiga perkemahan, kemudian
membunuh mereka. Di antara mereka terdapat empat puluh lima orang
korban luka-luka di rumah sakit Gazza. Surat Kabar republika Italia
di hari yang sama menyebutkan bahwa di Syatila seorang palestina
yang mengalami cacat, tidak dapat berjalan sejak beberapa tahun
mengangkat kedua tangannya memohon pertolongan dan belas kasihan
dihadapan komponen-komponen gerakan Amal. Jawaban yang didapatnya
adalah dia ditembak hingga tewas. “Ini benar-benar sebuah
kebiadaban” tulis surat kabar tersebut (Wa Ja’a Daur Al Majus
2/90-92).
Jhon Kevins dalam surat kabar New York Times melaporkan “dikatakan
disana sejumlah jurnalis masuk kedalam perkemahan Burj Al
barajinah.Dari dekat perkemahan tampak keadaan sangat hancur bahkan
sebagian orang-orang Palestina menyebutkan bahwa Israel tidak
berbuat sesuatu pada mereka seperti yang telah diperbuat Gerakan
Amal. Di dalam perkemahan itu terdapat kebencian, bukan hanya
kepada milisi-milisi Amal, bahkan kepada Syiria yang dianggap dalam
skup luas telah merencanakan mengepung perkemahan dan mendukung
untuk menghancurkan pengarus Yasir Arafat pemimpin Organisasi
Pembebasan Palestina (PLO) dan untuk mengkonsolidasi kekuasaannya
atas Libanon melalui perwakilannya.(Wa Ja’a Daur Al majus 2/105-106)
Hubungan Dengan Yahudi
Kantor berita Reuter mengatakan dalam penjelasannya di An
Nabathiyah pada tanggal 1/7/1982, “Kekuatan militer zionis yang
telah menduduki Palestina, mengizinkan organisasi Amal untuk
melindungi milisi-milisi tertentu yang ikut dengannya dan membawa
semua persenjataan miliknya. Salah seorang pemimpin milisi
organisasi Amal yang bernama Hasan Musthafa menjelaskan bahwa
senjata-senjata ini akan dipergunakan untuk membela diri kami dari
orang-orang Palestina. Setelah Israel mengumumkan keinginanya untuk
menarik mundur pasukannya dari Libanon. Organisasi amal
meningkatkan pengejarannya terhadap Organisasi Pembebasan Palestina
di Beirut barat.
Surat kabar Yerusalem Post dalam salah satu terbitannya tanggal
23/5/1985, memberikan pernyataan “Tidak semestinya mengabaikan
bersatunya kepentingan Amal dan Israel, yang dibangun atas dasar
keinginan bersama untuk menjaga wilayah selatan Libanon“ kemudian
Ehud barak kepala intelejen militer Yahudi juga menyatakan“ Saya
sangat percaya bahwa Gerakan Amal akan menjadi satu-satunya front
yang menguasai wilayah selatan Libanon“
Sementara itu Menteri Luar Negeri Swedia, Beir Obeirt juga
memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut, yang dinyatakannya di
Jenewa pada tanggal 24/6/1985. Dia membawakan surat dari pemimpin
Gerakan Amal Syiah, Nabih Bari kepada pimpinan Israel tetapi dia
menolak memberikan penjelasan tentang surat tersebut.(Wa Ja’a Daur
Al-Majus 2/160-162)
Majalah Al Arabi tanggal 24/10/1983 memberitakan tentang pertemuan
majalah tersebut dengan Haidar Dayekh salah seorang pimpinan Amal
di wilayah selatan.
Haidar Dayekh mengatakan” semua orang mengetahui dan pemerintah pun
juga, bahwa kami membawa senjata sejak permulaan terjadinya
berbagai peristiwa. Kami terlibat dalam peperangan melawan terorisme
palestina dan menghentikan aksi kekerasan yang terjadi di wilayah
selatan“ Kemudian dia mengatakan lagi “Kami sudah membawa senjata
sebelum Israel masuk ke wilayah selatan, walaupun demikian mereka
membuka kedua tangannya pada kamu dan senang bisa membantu kami,
mereka membasmi terorisme Palestina dari wilayah selatan dan
lainnya. Kami tidak akan dapat membalas kebaikan mereka dan kami
tidak akan meminta apapun dari mereka agar kami tidak mengacaukan
mereka“(Wa Ja’a Daur Al Majus 2/163-165).
Kemudian sebagian gerakan AMAL ini berpecah. Penjajahan Zionis
Yahudi ke atas Lubnan dan juga operasi "Peace in Galilee" yang
dilancarkan oleh Sharon pada ketika itu Zionis yahudi yang telah
menerima kekalahan besar pada awalnya melawan orang-orang Palestina.
Ini dapat dilihat pada angka kematian 500 tentara mereka akibat
operasi tersebut, sepertimana yang telah disebutkan oleh Robert
Fisk di dalam bukunya Pity the poor nation. (Fisk (1992), Pity,
London: Oxford Univ. Press, hal. 270). Kerugian yang amat besar di
pihak Zionis ini telah memaksa partai Likud yang memerintah pada
waktu itu untuk menerima usul Amerika untuk menyelesaikan isu
penjajahan tersebut. Likud terpaksa akur dengan keputusan tersebut
karena bimbang kehilangan dukungan rakyat Israel terhadap mereka.
Ronald Reagen, Presiden AS pada waktu tersebut telah menghantar
Philip Habib sebagai wakil mereka untuk menyelesaikan peperangan
tersebut. Philip telah menjadi orang tengah di antara rejim Zionis
dengan milisi-milisi di Lubnan. Presiden Lubnan pada waktu itu,
Ilyas Sikis telah membentuk Dewan Penyelamat Nasional yang
terdiri daripada lima orang wakil kelompok-kelompok di Lubnan.
Berri merupakan salah seorang daripada mereka. Melalui perbincangan
dengan Philip, beberapa keputusan telah dicapai. Antaranya, Kedua-
dua belah pihak bersetuju untuk gencatan senjata dan juga
mengahalau para pejuang PLO yang berpusat di Lubnan keluar daripada
negara tersebut
Dan berdasarkan keputusan perundingan Philip Habib, para pejuang
PLO terpaksa meninggalkan Lubnan secara beransur-ansur, maka
berhasillah gerakan Amal Syiah yang akhirnya menjadi Hizbullah
menguasai seluruhnya Libanon Selatan diatas kekuasaan mereka
sebagai kelompok Syiah Rafidhoh dukungan Iran.
Maka hari ini seharusnya kita harus lebih teliti dalam menilai
setiap peristiwa yang terjadi, bercermin dari sejarah kelam yang
pernah terjadi di Libanon. Yang kita sama sekali tidak mengetahui
ada apakah dibalik semua ini, tujuan apakah yang sebenarnya
tersembunyi...Tapi suatu hal telah jelas kita ketahui kemerdekaan
Palestina dan bebasnya Al Quds bukanlah termasuk tujuan perang ini.
Maka kita tak perlu terpukau ketika Hasan Nasrallah
mengatakan “(Sebenarnya) saya tak ingin menyatakan bahwa Hizbullah
bukan berperang mewakili Hizbullah, tapi mewakili umat (Islam).
Namun kemana umat itu kini dalam perang ini?” banyak kaum muslimin
yang terkagum-kagum dan tertipu dengan pernyataan ini. Padahal
justru seakan-akan Hasan Nasrallah ingin mengatakan bahwa hanya dirinya dan
Hizbullah saja yang memerangi Israel dan menghilangkan
dan menihilkan perjuangan kaum muslimin yang lain yang berjuang di
Palestina, gaya seperti ini mirip yang dilakukan tokoh idola Hasan
Nasrallah sendiri Khomaini yang dahulu menyatakan revolusi Iran
adalah revolusi Islam namun kemudian mengantung Syeikh Ahmad Mufti
Zadah pada tahun 1993 (tokoh ahlussunnah Iran salah seorang yang
termasuk pendukung revolusinya).
Dan mengirimkan tentara-tentara untuk membunuh gurunya sendiri
yaitu Ayatollah Syariat Madari yang menentangnya dalam konsep
wilayatul faqih ((Dr.Musa Al Musawi-At Tsauratuu Al Baaisah hal.51).
Dibalik semua Fitnah yang terjadi ini, marilah sama-sama kita
berdoa kepada Allah Ta’ala. Karena dialah yang Maha Kuasa atas
segala sesuatu.
"Ya Allah ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan
mukminat.
Ya Allah, jinakkan, satu padukan hati orang-orang muslimin,
Perbaikilah keadaan mereka. Tolonglah kaum muslimin utuk melawan
musuh-musuhMu, dan musuh-musuh mereka.
Ya Allah, laknatlah orang-orang kafir yang mendustakan para RasulMu
dan membunuh para kekasih-Mu.
Ya Allah cerai-beraikan kesatuan kata mereka. Hancur leburkan
kekuatan mereka,
Dan turunkanlah bencana-Mu yang tiada tertolak lagi untuk orang-
orang yang penuh dengan dosa, Dengan menyebut nama-Mu ya Allah yang
Maha Pengasih Maha Penyayang. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon
perlindungan kepadaMu"
Ya Allah, tunjukkanlah kebenaran itu sebagai kebenaran dan berilah
kami kekuatan untuk mengikutinya, serta tunjukkanlah kebatilan itu
sebagai sebuah kebatilan, dan berilah kami kekuatan untuk
menjauhinya.
Maha Suci Engkau Ya Allah, dan dengan memuji-Mu, saya bersaksi
bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Engkau, saya
memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.
Wallahu A’lam

If you want edit me? just go to your profile than add description text as many you like. ^_*