Kemaren pulang agak sore2 … ke Kampus dulu eeh .. ada hujan rintik2. Tapi makin lama makin besar dan akhirnya mengurungkan niat untuk pulang cepet. Ya mending maghrib dulu di Kampus baru selepas itu pulang sambil nengok Halimah dan Rifqy yang biasa tidur abis Isya.

Hampir setengah perjalanan BAJAJ Pulsar 180 nya terguyur air hujan rintik-rintik ditengah ponco warna biru. Tatkala menuruni Soekarno Hatta selepas Kantor Pajak KPP Cicadas, terlihat gundukan kendaraan kisaran Jl. Gedebage.
Waks .. pasti deh banjir dadakan atau banjir kiriman dari daerah utara, dan bener saja dugaan nya tepat, pas melewati perempatan Jl. Gedebage – Jl. Soekarno hatta menuju, Petikemas atau kearah Cibiru macet total. Dari perempatan itu sampe depan POLDA Jabar butuh waktu diatas 45 menit he…he.. lama tenan dan cukup puyeng adalah luapan air sudah lebih dari biasanya. Beberapa motor dan Sedan mogok ditengah jalan dan kalo berdiri dikolam air itu sekitaran sampai lutut.
Yang jadi permasalahan, salah siapa atau siapa yang salah ???????
Sudah dinaikkan kisaran 20 – 25 cm dengan membuat proyek baru supaya terhindar dari luapan air dari arah bandung utara. Sudah di keruk sungai-sungai yang tersumbat oleh luapan lumpur dan juga sudah diperlebar sungai yang persis di depan Komplek Griya Cempaka Arum.
Ataukah ke “bebalan” manusia dan ke engganan saling koordinasi antar manusia dalam mengelola alam ??. Sesungguhnya keinginan alam yang sudah lazim ini dan rutin setiap musim penghujan selalu kejadian harusnya sudah di prediksi sejak sebelumnya …
Wallahu’alam … yang pasti diantara yang kurang koordinasi diantaranya adalah SAYA, yang selalu buang sampah sembarangan, membangun rumah/ bangunan tanpa koordinasi dan melihat kondisi lapangan hiks ….

If you want edit me? just go to your profile than add description text as many you like. ^_*